Harga minyak mentah dunia menuju lonjakan mingguan setelah serangan Houthi terhadap kapal tanker di Laut Merah membuka front baru dalam konflik Timur Tengah.
Presiden Donald Trump mengancam akan memperpanjang serangan AS terhadap Iran jika gangguan pengiriman terus berlanjut.
>>> Vale SA Tunjuk Chairman Baru, Akhiri Gejolak Direksi
West Texas Intermediate (WTI) bertahan stabil di atas US$92 per barel, mencatat kenaikan sekitar 12% dalam sepekan.
Sementara itu, Brent ditutup di atas US$100 untuk pertama kalinya sejak Mei.
Ancaman Militer AS
Trump menyatakan bahwa AS akan memberikan "hukuman militer besar" kepada Iran dan Houthi jika terjadi serangan lebih lanjut terhadap pengiriman di Laut Merah.
>>> InJourney Airports Catat Pendapatan Rp10,23 Triliun di Semester I 2026
Dalam wawancara dengan Axios, Trump juga mengatakan sedang mempertimbangkan "serangan besar-besaran" terhadap Iran.
Ketegangan antara AS dan Iran di Teluk Persia telah menghambat lalu lintas melalui Selat Hormuz dan memperlambat aliran minyak mentah serta gas alam cair.
>>> Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie, Takut Lumpuh
Serangan pertama terhadap kapal tanker Arab Saudi oleh militan Houthi yang didukung Iran di Laut Merah meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan yang lebih luas di kawasan tersebut.

