Biro Statistik Nasional China melaporkan perlambatan inflasi pada Juli 2026, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Ini menjadi sinyal bahwa tekanan biaya akibat guncangan harga minyak mulai mereda.
Indeks harga produsen (PPI) naik 3,5% secara tahunan pada Juli, lebih rendah dari perkiraan dan melambat dibandingkan kenaikan 4,1% pada Juni.
Perlambatan ini terjadi untuk pertama kalinya sejak konflik Iran pecah pada akhir Februari.
Sementara itu, inflasi konsumen turun menjadi 0,5% dari 1% pada bulan sebelumnya.
Indeks harga konsumen inti yang tidak memasukkan makanan dan energi juga menurun, dari 1% menjadi 0,9%.
Data ini menunjukkan bahwa dampak kenaikan harga minyak terhadap perekonomian China mulai berkurang. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan selanjutnya untuk mengukur arah kebijakan moneter dan prospek pemulihan ekonomi.