unique visitors counter
⌂ Beranda News Brent Tembus US$100, Dunia Kian Getol Berburu Minyak AS
News

Brent Tembus US$100, Dunia Kian Getol Berburu Minyak AS

Kapal tanker minyak melintas di Laut Merah
Brent Tembus US$100, Dunia Kian Getol Berburu Minyak AS
A A Ukuran Teks16px

Harga minyak mentah Brent menembus level US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir. Pemicunya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan penghasil minyak.

Serangan terhadap dua kapal tanker minyak Saudi oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran di Laut Merah menambah lapisan volatilitas baru.

Konflik Iran yang semakin memanas mendorong harga patokan internasional tersebut menembus angka psikologis US$100.

Di sisi lain, Kazakhstan terpaksa mengurangi produksi minyak setelah serangan drone Ukraina terhadap pengiriman di Laut Hitam.

Hal ini mendorong pembeli untuk mencari jenis minyak mentah serupa, termasuk pasokan dari Cekungan Permian di Amerika Serikat.

Peningkatan permintaan minyak mentah AS di Asia dan Eropa menjadi salah satu tanda pertama kekhawatiran global atas kecukupan pasokan.

Negara-negara di kedua kawasan tersebut semakin getol berburu minyak AS di tengah ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah dan Laut Hitam.

Di dalam negeri AS, lonjakan ekspor minyak mentah membawa risiko tersendiri.

Kembalinya ekspor secara besar-besaran berpotensi meningkatkan harga bahan bakar bagi konsumen dan memperburuk inflasi menjelang pemilihan paruh waktu.

Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya keseimbangan pasar minyak global. Setiap gangguan pasokan di satu wilayah langsung berdampak pada harga dan pola perdagangan di seluruh dunia.

📰 Update Terbaru