unique visitors counter
⌂ Beranda News Kanselir Jerman Merz Terkejut Kemenangan AfD di Sachsen-Anhalt, Tetap Lanjutkan Reformasi
News

Kanselir Jerman Merz Terkejut Kemenangan AfD di Sachsen-Anhalt, Tetap Lanjutkan Reformasi

Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam konferensi pers di Berlin
Kanselir Jerman Merz Terkejut Kemenangan AfD di Sachsen-Anhalt, Tetap Lanjutkan Reformasi
A A Ukuran Teks16px

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan keterkejutannya atas kemenangan telak partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) dalam pemilihan negara bagian Sachsen-Anhalt, Minggu (7/9).

Namun, ia menegaskan tetap bertekad melanjutkan reformasi ekonomi yang tidak populer.

Dalam konferensi pers di Berlin, Senin (8/9), Merz menyebut kekalahan CDU sebagai yang paling serius dalam beberapa dekade.

Meski demikian, ia menegaskan tidak akan menyerah dan tetap pada pendiriannya untuk membela kebebasan dari Rusia.

Kemenangan AfD dan Dampaknya

AfD, yang dikenal anti-imigrasi dan pro-Rusia, hanya kurang satu kursi untuk meraih mayoritas di parlemen negara bagian.

Kemenangan ini membuka peluang bagi AfD untuk membentuk pemerintahan negara bagian pertama sejak era Nazi.

Merz menegaskan bahwa Jerman akan tetap berpegang pada nilai-nilai dan konstitusinya. Ia juga meyakinkan sekutu bahwa institusi Jerman tetap stabil dan tangguh.

Kemenangan AfD disambut gembira oleh partai sayap kanan di Eropa, termasuk Elon Musk yang memberi selamat melalui platform X.

Namun, sejumlah pemimpin Eropa mengkritik hasil tersebut.

Reformasi Tetap Dilanjutkan

Merz menegaskan bahwa reformasi fundamental tetap diperlukan untuk masa depan Jerman. Ia mengakui perlu menjelaskan reformasi tersebut secara emosional, tidak hanya rasional.

Pemilihan negara bagian berikutnya akan digelar pada 20 September di Berlin dan Mecklenburg-Vorpommern, di mana AfD juga diprediksi kuat.

Sementara itu, AfD berupaya membentuk pemerintahan di Sachsen-Anhalt.

Kandidat gubernur Ulrich Siegmund mengatakan partainya memiliki mandat jelas untuk memerintah dan akan menjalin komunikasi dengan kelompok lain.

AfD hanya butuh tiga kursi tambahan untuk mayoritas. Mereka bisa meraih dukungan dari partai kiri BSW yang juga kritis terhadap kebijakan imigrasi dan Rusia.

Namun, koalisi antar partai lain untuk mengecualikan AfD tampaknya sulit terwujud. Para pemilih yang tidak mendukung AfD menyatakan kekecewaan mendalam atas hasil pemilu ini.

📰 Update Terbaru