Partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) meraih kemenangan telak dalam pemilihan regional di Sachsen-Anhalt, Minggu (6/9).
Namun, partai tersebut gagal memperoleh mayoritas kursi untuk membentuk pemerintahan sendiri.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Kanselir Jerman Friedrich Merz yang partainya, CDU, mengalami kemerosotan drastis di negara bagian timur tersebut.
Kemenangan Bersejarah AfD
AfD memperoleh 43,8 persen suara, lebih dari dua kali lipat perolehan lima tahun lalu.
Jumlah kursi yang didapat mencapai 39 dari 83 kursi parlemen, hanya tiga kursi di bawah mayoritas absolut.
Kandidat utama AfD, Ulrich Siegmund (35), menyatakan bahwa "kami telah menulis sejarah" dan partainya memiliki mandat jelas untuk memerintah.
Ia menambahkan bahwa pemilih telah mengirim sinyal bahwa "keadaan tidak bisa terus seperti ini".
Siegmund juga menyindir Kanselir Merz dengan menyebutnya sebagai "juru kampanye yang sangat baik untuk kami dalam kampanye pemilihan ini".
Pukulan bagi CDU
CDU yang dipimpin Merz hanya memperoleh 17,2 persen suara, kehilangan sekitar setengah dukungannya dibandingkan pemilu sebelumnya.
Partai ini hanya mendapatkan 15 kursi, setelah sebelumnya memimpin Sachsen-Anhalt selama 24 tahun.
Partai Sosial Demokrat (SPD) memperoleh 9,3 persen suara, Partai Hijau 8,9 persen, dan Partai Kiri 8,6 persen, masing-masing meraih delapan kursi.
Partai BSW yang mengkritik "tembok api" terhadap AfD memperoleh 5,3 persen suara dan lima kursi.
Tingkat partisipasi pemilih sangat tinggi, mencapai 77,8 persen. AfD tampaknya berhasil menarik banyak pemilih yang sebelumnya tidak menggunakan hak pilihnya.
Ketua bersama AfD, Alice Weidel, menyebut hasil ini "sensasional".
Ia mengatakan bahwa "tangan kami terulur kepada semua yang ingin membuat Sachsen-Anhalt lebih baik dan membawa Jerman maju".
Sementara itu, Sekretaris Jenderal CDU, Franziska Hoppermann, menegaskan partainya tidak akan bekerja sama dengan AfD. "AfD adalah partai ekstremis kanan.
Mereka ingin meninggalkan euro, itu akan menjadi kehancuran ekonomi... mereka bekerja sama erat dengan Rusia," ujarnya.
Gubernur petahana dari CDU, Sven Schulze, mengucapkan selamat kepada AfD atas kemenangannya, tetapi belum menjelaskan langkah selanjutnya.
Upaya untuk membentuk aliansi melawan AfD akan sulit karena membutuhkan dukungan dari Partai Kiri yang selama ini ditolak CDU.
Sachsen-Anhalt adalah negara bagian dengan sekitar 2,1 juta penduduk di timur Jerman. AfD memiliki basis kuat di wilayah bekas komunis yang kurang makmur ini.
Cabang partai di negara bagian tersebut diklasifikasikan sebagai kelompok ekstremis kanan oleh badan intelijen domestik.
AfD dikenal dengan sikap anti-imigrasi dan pro-Rusia. Partai ini mengusung istilah "remigrasi" yang merujuk pada deportasi imigran.
Mereka juga ingin menghentikan bantuan untuk Ukraina dan mencabut sanksi terhadap Rusia, meskipun kebijakan luar negeri bukan wewenang pemerintah negara bagian.
Siegmund menempatkan "serangan deportasi" dan penghentian insentif bagi imigran sebagai prioritas utama.
Ia juga ingin menarik Sachsen-Anhalt dari penyiaran publik regional dan mengizinkan homeschooling yang selama ini dilarang di Jerman.
Meskipun AfD belum tentu berkuasa, hasil ini menunjukkan meningkatnya dukungan terhadap partai sayap kanan di Jerman.
Ini adalah kemenangan pemilihan negara bagian kedua bagi AfD setelah Thuringia dua tahun lalu, tetapi kali ini selisih kursi lebih tipis.