unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Belanja Senjata Nuklir Dunia Capai Rekor Tertinggi, Picu Kekhawatiran Perlombaan Senjata Baru

Belanja Senjata Nuklir Dunia Capai Rekor Tertinggi, Picu Kekhawatiran Perlombaan Senjata Baru

Belanja Senjata Nuklir Dunia Capai Rekor Tertinggi, Picu Kekhawatiran Perlombaan Senjata Baru
Ilustrasi senjata nuklir dan peningkatan belanja global
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Jenewa – Pengeluaran global untuk senjata nuklir mencapai rekor tertinggi pada tahun lalu, seiring negara-negara bersenjata nuklir memindahkan lebih banyak hulu ledak dari penyimpanan ke sistem pengiriman.

Menurut International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), sembilan negara pemilik senjata nuklir secara bersama menghabiskan hampir $119 miliar untuk persenjataan mereka pada 2025, meningkat 19 persen dari tahun sebelumnya.

>>> AS Tegaskan Trump dan Xi Sepakat Denuklirisasi Korea Utara

alt top

Kekhawatiran Perlombaan Senjata Baru

ICAN dalam laporannya memperingatkan bahwa "perlombaan senjata nuklir baru telah tiba."

Laporan tersebut, bersama studi terpisah dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya risiko nuklir di tengah ketegangan geopolitik yang membengkak.

Kenaikan dramatis belanja senjata nuklir terjadi saat negara-negara berlomba memodernisasi persenjataan dan mengerahkan lebih banyak stok mereka.

alt mid

Susi Snyder, direktur program ICAN dan rekan penulis laporan terbaru, mengatakan peningkatan ini ditambah kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan dapat meningkatkan risiko penggunaan senjata nuklir sangat mengkhawatirkan.

"Sejujurnya, saya ketakutan," katanya kepada AFP.

Risiko Meningkat Meski Jumlah Hulu Ledak Menurun

Laporan SIPRI menyoroti bahwa total perkiraan jumlah hulu ledak nuklir telah menurun selama beberapa dekade, menjadi 12.187 pada awal tahun ini.

Namun, jumlah senjata yang tersedia untuk penggunaan potensial meningkat menjadi 9.745.

"Meskipun jumlah senjata nuklir lebih rendah, tingkat bahaya dan risiko nuklir meningkat," kata direktur SIPRI Karim Haggag kepada AFP.

Ia menunjuk pada tanda-tanda mengkhawatirkan, termasuk runtuhnya kontrol senjata strategis dan persaingan antara kekuatan besar dengan senjata nuklir.

SIPRI memperkirakan bahwa total persediaan senjata nuklir kemungkinan akan mulai tumbuh lagi dalam beberapa tahun ke depan "karena kecepatan pembongkaran melambat, sementara pengerahan senjata nuklir baru semakin cepat."

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru