Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang Filipina selatan pada Senin (9/6). Bencana ini menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.
Sebagian besar korban tewas akibat reruntuhan bangunan. Gelombang tsunami setinggi 1 meter juga dilaporkan menerjang pesisir selatan.
>>> Iran Sebut 2 Personel Militer Tewas dalam Serangan Israel
Dampak di General Santos dan Sekitarnya
Kota General Santos menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Sejumlah bangunan bertingkat rendah runtuh atau mengalami kerusakan berat.
Tsunami merusak setidaknya satu desa pesisir di selatan. Gelombang lebih kecil terdeteksi di Indonesia, Palau, hingga Jepang selatan.
Di Glan, Kabupaten Sarangani, gempa memicu tanah longsor yang menewaskan 13 warga. Empat warga lainnya tewas di Sarangani, kata Rene Punzalan, pejabat penanggulangan bencana provinsi.
Korban dan Kerusakan Lain
Enam rumah panggung rusak di desa pesisir Zamboanga del Sur akibat gempa dan gelombang tinggi.
Selain longsor, sebagian besar kematian disebabkan oleh bangunan roboh dan puing berjatuhan, termasuk di masjid yang rusak di South Cotabato, Davao Occidental, dan Pulau Balut.
Setidaknya empat orang masih hilang di General Santos.
Tim SAR mencari kemungkinan korban terjebak di supermarket, gudang, sekolah dasar, dan bangunan kecil lainnya yang runtuh atau rusak parah.
Bandara internasional General Santos ditutup sementara. Sebanyak 17 penerbangan domestik dibatalkan.
Respons Pemerintah
Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan pembatalan kelas dan menginstruksikan badan penanggulangan bencana untuk segera bekerja di provinsi terdampak.
>>> Israel Serang Kota Tua Tirus di Lebanon, 8 Tewas
Ia mengatakan pemerintah pusat bergerak dan tidak akan meninggalkan Mindanao.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyatakan ancaman tsunami sebagian besar berlalu sekitar lima jam setelah gempa. Otoritas Filipina juga mencabut peringatan tsunami pada sore hari.