unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Pemerintah Ubah Bansos Jadi Bantuan Tunai Berbasis AI

Pemerintah Ubah Bansos Jadi Bantuan Tunai Berbasis AI

Pemerintah Ubah Bansos Jadi Bantuan Tunai Berbasis AI
Ilustrasi bantuan sosial tunai berbasis AI di Indonesia
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan transformasi sistem bantuan sosial dari bentuk barang menjadi bantuan tunai langsung. Penyaringan penerima manfaat akan menggunakan kecerdasan buatan atau AI.

Skema baru ini memungkinkan setiap penerima memperoleh bantuan hingga Rp5,4 juta per orang. Langkah ini bertujuan meningkatkan ketepatan sasaran dan menekan kebocoran anggaran negara.

>>> AS Lancarkan Serangan Udara ke Iran, Balas Dendam Helikopter Jatuh

alt top

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa seluruh data penerima manfaat akan dipadukan dan dianalisis menggunakan AI.

Proses ini dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan.

"Saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang.

alt mid

Subsidi akan langsung kepada yang menerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya, ada Rp5,4 juta per orang.

>>> China dan Taiwan Berselisih soal Legalitas Patroli Penjaga Pantai di Timur Pulau

Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," ujar Luhut.

Uji coba sistem baru ini telah berhasil dilaksanakan melalui proyek percontohan di Banyuwangi, Jawa Timur. Saat ini, sistem sedang diperluas ke 42 kabupaten dan kota di berbagai daerah.

"Kita belajar dari model ini nanti kalau 42 ini sukses, Oktober tahun ini akan roll out nasional seluruh 514 kabupaten dan kota, dan kemudian presiden kami lapori," kata Luhut.

Penerapan sistem berbasis digital ini diyakini mampu mengefisiensikan belanja negara. Pemangkasan potensi salah sasaran diperkirakan menghemat anggaran hingga puluhan dan ratusan miliar rupiah.

>>> Bill Gates Akan Bersaksi di Depan Komite Kongres soal Investigasi Jeffrey Epstein

Selain itu, pemerintah juga menjadwalkan peluncuran Digital Single ID pada akhir tahun 2026. Sistem ini akan mengintegrasikan data kependudukan untuk mendukung program bansos berbasis AI.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru