unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News China dan Taiwan Berselisih soal Legalitas Patroli Penjaga Pantai di Timur Pulau

China dan Taiwan Berselisih soal Legalitas Patroli Penjaga Pantai di Timur Pulau

China dan Taiwan Berselisih soal Legalitas Patroli Penjaga Pantai di Timur Pulau
Kapal penjaga pantai Taiwan berpatroli di Laut China Timur
A A Ukuran Teks16px
alt mid

China dan Taiwan kembali berselisih terkait patroli penjaga pantai China di perairan timur Taiwan. Pemerintah di Taipei menuding kapal China telah melecehkan kapal dagang di dekat perairan mereka.

China menganggap Taiwan yang demokratis sebagai wilayahnya sendiri.

>>> Bill Gates Akan Bersaksi di Depan Komite Kongres soal Investigasi Jeffrey Epstein

alt top

Pekan lalu, China marah setelah Jepang dan Filipina mengumumkan akan memulai pembicaraan formal tentang batas maritim mereka, yang dianggap China melibatkan perairan Taiwan.

Pada Sabtu malam, media pemerintah China melaporkan bahwa kapal telah dikirim untuk melakukan "operasi penegakan hukum lalu lintas maritim khusus" di perairan timur Taiwan.

Langkah ini sebagai respons atas pengumuman Jepang dan Filipina.

alt mid

Taiwan mengatakan kapal-kapal tersebut dalam beberapa hari terakhir "melecehkan" pelayaran komersial dengan menanyakan asal dan tujuan kapal serta mengklaim yurisdiksi.

Juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, Zhang Han, di Beijing mengatakan patroli penegakan hukum di perairan terkait adalah tindakan yang adil untuk menjaga kedaulatan nasional dan hak maritim.

Penjaga pantai China melakukan patroli sesuai hukum dan akan terus memperkuat kendali atas perairan tersebut.

>>> AS dan Iran Saling Serang Setelah Trump Tuduh Tehran Tembak Jatuh Helikopter

Patroli ini membuat marah pemerintah Taiwan yang menolak klaim kedaulatan Beijing. Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung mengatakan China menggunakan "penegakan hukum" sebagai dalih untuk melakukan ekspansi.

Ia menegaskan China tidak punya hak campur tangan di perairan timur Taiwan.

Sekretaris Jenderal Kabinet Taiwan Xavier Chang menambahkan bahwa tindakan China membahayakan kedaulatan negara dan melanggar hukum internasional.

"Kami tidak akan menyerah satu inci pun dari wilayah maritim biru kami," ujarnya.

Dalam sebulan terakhir, Taiwan juga mengeluhkan kapal penjaga pantai China yang mendekati Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan.

Zhang Han mengatakan China memiliki kedaulatan atas Pratas dan patroli di sana adalah hal normal.

>>> 21 Orang Diamankan Usai Tontonan Bareng Knicks yang Ricuh

Ia memperingatkan jika Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di Taiwan berani memprovokasi, mereka harus menanggung semua konsekuensinya. Zhang juga mengatakan Taiwan akan lebih aman setelah "reunifikasi damai".

alt under
D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
alt mid
📰 Update Terbaru