unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News 21 Orang Diamankan Usai Tontonan Bareng Knicks yang Ricuh

21 Orang Diamankan Usai Tontonan Bareng Knicks yang Ricuh

21 Orang Diamankan Usai Tontonan Bareng Knicks yang Ricuh
Polisi mengamankan penggemar Knicks di Bryant Park
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Polisi New York mengamankan 21 orang setelah acara tontonan bareng final NBA di Manhattan berubah ricuh, Senin (8/6) malam waktu setempat.

Sebanyak delapan orang ditangkap, termasuk dua karena menyerang polisi, dan 13 lainnya mendapat panggilan pengadilan pidana.

>>> Korban Tewas Gempa Filipina Bertambah Jadi 46 Orang

alt top

Lima petugas polisi dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Acara nonton bareng yang digelar di Bryant Park itu menyedot sekitar 7.000 penonton yang menyaksikan pertandingan ketiga final NBA antara New York Knicks dan San Antonio Spurs.

Menurut polisi, kericuhan dipicu oleh kekalahan Knicks. Sejumlah suporter yang kecewa memanjat tiang lampu, melempar petugas dengan benda, dan merobek rambu-rambu jalan.

alt mid

Polisi menyebut kerumunan itu menjadi "sangat brutal, kasar, dan destruktif".

"Terjadi perkelahian fisik besar-besaran yang mengakibatkan banyak cedera," kata pernyataan Kepolisian New York (NYPD).

Juru bicara Wali Kota Zohran Mamdani, Sam Raskin, menekankan bahwa mayoritas penggemar menonton dengan tertib.

"Namun perkelahian dan insiden lain, termasuk penyerangan terhadap polisi, tidak bisa ditoleransi," ujar Raskin.

Pemain Spurs, Victor Wembanyama, mengaku belum mendengar soal penyerangan terhadap penggemar. "Kita tidak boleh lupa bahwa ini hanya permainan," katanya.

>>> AS dan Iran Saling Serang Udara Setelah Trump Tuding Teheran Tembak Jatuh Helikopter

"Saya mendukung semangat, tetapi harus saling menghormati. Ini tidak bisa diterima."

Acara nonton bareng berikutnya akan digelar di luar Madison Square Garden saat Knicks menjamu Spurs pada pertandingan keempat, Rabu (10/6).

NYPD akan memberlakukan pengamanan ketat. Hanya 1.000 orang dengan tiket yang diizinkan masuk dan semua akan diperiksa.

Madison Square Garden Sports Corp. mengecam kebijakan tersebut.

Dalam pernyataan Selasa (9/6), mereka menyebut Wali Kota Mamdani dan Komisaris Polisi Jessica Tisch sebagai "perusak pesta terbesar di New York".

"Sekarang kami tahu pembatasan ini tidak ada hubungannya dengan presiden, hanya dalih untuk membatasi cara penggemar Knicks merayakan," bunyi pernyataan itu.

Pemilik Knicks, James Dolan, dikenal sebagai teman dan pendukung lama Trump.

Pada final konferensi bulan lalu, NYPD sempat menolak mendukung tontonan bareng di luar arena dengan alasan keamanan.

>>> AS Serang Iran Setelah Trump Tuduh Tehran Tembak Jatuh Helikopter Apache

Keputusan itu kemudian dibatalkan setelah Knicks lolos ke final NBA untuk pertama kalinya sejak 1999.

alt under
D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
alt mid
📰 Update Terbaru