Tim penyelamat di Filipina selatan kembali menemukan satu jenazah dari puing-puing supermarket yang runtuh pada Rabu (9/6).
Penemuan ini membuat jumlah korban tewas akibat gempa besar bertambah menjadi 46 orang.
>>> AS dan Iran Saling Serang Udara Setelah Trump Tuding Teheran Tembak Jatuh Helikopter
Gempa berkekuatan 7,8 skala Richter yang mengguncang lepas pantai Mindanao pada Senin lalu telah merobohkan bangunan, memicu tanah longsor, dan memicu peringatan tsunami di sebagian besar wilayah pulau selatan tersebut.
Korban terbaru adalah Joey Deluvio (39), salah satu dari dua karyawan supermarket di General Santos City yang menjadi fokus operasi pencarian.
Tim penyelamat terus bekerja meskipun ancaman gempa susulan masih ada.
Alat pendeteksi kehidupan sempat mendeteksi "denyut nadi lemah" dari dalam reruntuhan pada awal operasi. Namun, saat tim mencapai tubuh korban, tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi.
>>> AS Serang Iran Setelah Trump Tuduh Tehran Tembak Jatuh Helikopter Apache
Jenazah Deluvio ditemukan terjepit di antara dua balok.
Badan penanggulangan bencana nasional sebelumnya melaporkan 45 korban tewas pada Rabu, sementara jumlah orang hilang melonjak drastis dari 4 menjadi 17 orang.
Namun, angka tersebut belum termasuk Deluvio, demikian dikonfirmasi kantor pertahanan sipil.
Sebagian besar korban tambahan berasal dari Provinsi Davao Occidental.
>>> AS Mulai Serangan ke Iran Setelah Helikopter Apache Jatuh di Lepas Pantai Oman
Mereka tewas akibat tanah longsor atau tertimpa bangunan roboh, kata pejabat pertahanan sipil Rafaelito Alejandro dalam wawancara radio.