Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang negara itu pada 24 Juni lalu kini mencapai 4.333 jiwa.
Pernyataan tersebut disampaikan Rodríguez pada Sabtu (12/7/2026), 17 hari setelah dua guncangan hebat melanda wilayah utara-tengah Venezuela secara hampir bersamaan.
>>> Iran Tutup Selat Hormuz hingga Batas Waktu Tak Ditentukan
Selain korban tewas, Rodríguez melaporkan sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka. Lebih dari 6.400 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dari reruntuhan bangunan.
Angka terbaru ini menunjukkan peningkatan dari total 4.118 kematian yang dilaporkan pada hari Jumat sebelumnya. Fokus operasi pencarian kini mulai beralih ke tahap pemulihan.
>>> AS Luncurkan Serangan ke Iran Setelah Kapal Kontainer Diserang
Dampak Gempa di Venezuela
Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 tersebut berdampak pada sedikitnya tujuh negara bagian.
Kerusakan paling parah terjadi di wilayah La Guaira dan area Greater Caracas. Ribuan keluarga terpaksa mengungsi di jalanan, sekolah, gereja, stadion, dan tempat penampungan darurat lainnya.
>>> Menteri Iran dan Oman Bahas Selat Hormuz di Tengah Ancaman Trump
Gempa tersebut meratakan gedung-gedung serta melumpuhkan jaringan listrik dan saluran air bersih. Pihak berwenang masih terus mengidentifikasi para korban meski bencana telah berlalu lebih dari dua pekan.
