China terus mempertahankan dominasinya dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga angin dan surya skala besar.
Negara ini memiliki sekitar 262 gigawatt tenaga surya dan 251 gigawatt tenaga angin yang sedang dibangun pada Juni 2026.
Angka tersebut meningkat dari akhir tahun 2025, menurut laporan Global Energy Monitor (GEM) pada Selasa.
Hal ini menunjukkan bahwa China tetap konsisten dalam mengembangkan energi terbarukan meskipun terjadi perlambatan data instalasi resmi.
Aiqun Yu, ahli strategi senior Asia Timur untuk GEM, mengatakan bahwa aktivitas pembangunan relatif stabil.
Distorsi data terjadi setelah aturan penetapan harga listrik baru pada Juni 2025 mendorong perusahaan mempercepat jadwal konstruksi.
Dengan kapasitas yang sedang dibangun tersebut, China tak tertandingi oleh negara lain dalam pengembangan energi terbarukan. Proyek-proyek ini terus berjalan meskipun ada risiko sebagian listrik terbuang sia-sia.