Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Indeks kehilangan 1,88% dan berada di posisi 6.196.
Sepanjang sesi, IHSG terus bergerak di zona merah dengan rentang perdagangan antara 6.268 hingga level terendah 6.159.
Pelemahan ini terutama dipicu oleh amblesnya saham-saham berbobot besar. Saham Bank Mandiri (BMRI) dan Amman Mineral (AMMN) menjadi pemberat utama, diperberat lagi oleh saham BREN.
Sentimen Negatif dari Kenaikan Harga Minyak
Menurut analis Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG juga dipengaruhi sentimen negatif dari kenaikan harga minyak mentah. Hal ini memicu aksi profit taking di pasar saham.
Konflik Timur Tengah yang berkepanjangan turut menambah kekhawatiran. Harga minyak mentah global dikhawatirkan akan bertahan di level tinggi dalam waktu lama.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah ikut melemah 0,15% ke level Rp17.943 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg di pasar spot.
Pelemahan rupiah ini menambah sentimen negatif bagi pasar saham.