Bocoran Samsung Galaxy A18 mulai mencuat di server pengujian Samsung Eropa. Ponsel ini diprediksi menjadi HP murah pertama yang membawa sistem operasi One UI 9 berbasis Android 17.
Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh publikasi teknologi SammyGuru. Mereka menemukan nomor model SM-A185F di server pengujian Samsung Eropa.
>>> Xiaomi Mix Fold 5 Bocor: Harga Lebih Mahal dari Perkiraan
Kemunculan nomor model "A185FXXU0AZF2" menunjukkan bahwa Samsung kemungkinan telah menyelesaikan tahap pengembangan perangkat keras. Kini perusahaan fokus pada optimalisasi perangkat lunak.
Galaxy A17 baru saja mendapatkan pembaruan One UI 8.5.
Sementara itu, Galaxy A18 berpotensi melangkah lebih jauh dengan membawa fitur-fitur terbaru dari One UI 9 sejak hari pertama.
Hal ini menjadi kabar menarik bagi pengguna muda yang menginginkan pengalaman software terbaru tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk membeli perangkat flagship.
Spesifikasi dan Fitur Unggulan
Menurut rumor yang beredar, perangkat ini tetap mempertahankan layar AMOLED Infinity-U dengan kualitas tampilan yang tajam.
Baterai besar 5.000 mAh dan sertifikasi IP54 untuk perlindungan terhadap debu dan percikan air juga disertakan.
Samsung diperkirakan melanjutkan komitmen dukungan perangkat lunak jangka panjang.
>>> Lexar Perkenalkan AI Storage Core dan SSD Gaming di Jakarta
Pembaruan hingga enam tahun menjadi salah satu nilai jual utama bagi pengguna yang mencari ponsel dengan umur pakai panjang.
Untuk sektor performa, varian LTE kemungkinan masih mengandalkan chipset MediaTek Helio G99. RAM dasar 4 GB dan penyimpanan internal 128 GB menjadi pilihan standar.
Jadwal rilis resmi masih belum diketahui.
Jika melihat pola peluncuran Galaxy A17 pada Agustus 2025, Galaxy A18 diperkirakan hadir pada periode yang sama di tahun 2026.
Varian Galaxy A18 5G kemungkinan akan menyusul setelahnya.
Calon pembeli perlu bersiap dengan kemungkinan kenaikan harga.
>>> Lenovo ThinkTab X11 Resmi Dijual, Baterai Bisa Dilepas
Beberapa analis industri memperkirakan Galaxy A18 bisa dibanderol lebih mahal dibandingkan pendahulunya akibat kondisi pasar memori global yang sedang mengalami tekanan.