unique visitors counter
⌂ Beranda News USTR Greer: Tarif Terbaru Trump Tak Berdampak Ekonomi

USTR Greer: Tarif Terbaru Trump Tak Berdampak Ekonomi

USTR Greer: Tarif Terbaru Trump Tak Berdampak Ekonomi
Ilustrasi: USTR Greer: Tarif Terbaru Trump Tak Berdampak Ekonomi
A A Ukuran Teks16px

Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) Jamieson Greer mengatakan bahwa tarif terbaru yang dijatuhkan Presiden Donald Trump terhadap 60 mitra dagang kemungkinan tidak akan berdampak pada perekonomian.

Pernyataan itu disampaikan Greer dalam wawancara dengan Fox News Channel pada Senin (27/7).

>>> Kemarau Ancam Ratusan Hektare Sawah di Pandeglang, Dinas Pertanian Perkuat Mitigasi

Menurut Greer, tarif sebesar 10 persen atau 12,5 persen itu mirip dengan tarif global yang baru-baru ini diterapkan.

Tarif baru ini dikenakan atas tuduhan lemahnya penegakan larangan kerja paksa oleh negara-negara tersebut.

Greer menjelaskan bahwa tarif tersebut hanya berlaku untuk kelompok negara yang lebih kecil dibandingkan tarif sementara 10 persen yang sebelumnya bersifat universal dan kini telah berakhir.

Meski demikian, USTR menyatakan bahwa tarif terkait kerja paksa ini tetap akan mencakup 99,4 persen impor AS.

Ketika ditanya apakah tarif ini akan mempengaruhi keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pekan ini, Greer menjawab, "Saya rasa tidak berdampak sama sekali."

"Sekarang kami memiliki serangkaian tarif, pada kelompok yang lebih kecil, bukan seluruh dunia.

>>> Presiden Prabowo Didorong Bentuk Tim Independen Usut Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

Banyak tarif yang cukup mirip, jadi seharusnya tidak ada dampak ekonomi yang berbeda dari yang telah kami alami," ujar Greer.

Greer juga mengungkapkan bahwa USTR terus mengerjakan penyelidikan tarif luas lainnya berdasarkan Section 301 Undang-Undang Perdagangan 1974.

Penyelidikan itu menargetkan kapasitas industri berlebih di 16 mitra dagang utama, termasuk China, Vietnam, Meksiko, dan Uni Eropa.

"Kami akan menyelesaikan penyelidikan itu secepatnya, dan kami akan membuat proposal," kata Greer, seraya menambahkan bahwa hal ini dapat mengarah pada tarif tambahan.

Greer membela penggunaan Section 301, undang-undang praktik perdagangan tidak adil yang spesifik terhadap negara, untuk tarif luas.

Ia merujuk pada keputusan Mahkamah Agung AS yang menyebut Section 301 dalam putusannya yang membatalkan tarif luas Trump yang diberlakukan berdasarkan undang-undang keadaan darurat nasional.

>>> Paramount Yakin Akuisisi Warner Bros Segera Rampung

Pada masa jabatan pertama Trump, Section 301 digunakan untuk memberlakukan tarif tinggi pada barang-barang China yang masih berlaku meskipun beberapa tantangan hukum.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot