unique visitors counter
⌂ Beranda News Kemarau Ancam Ratusan Hektare Sawah di Pandeglang, Dinas Pertanian Perkuat Mitigasi
News

Kemarau Ancam Ratusan Hektare Sawah di Pandeglang, Dinas Pertanian Perkuat Mitigasi

Lahan sawah kering akibat kemarau di Pandeglang
Kemarau Panjang di Lebak, Petani Terpaksa Panen Dini dan Hasil Anjlok 70 Persen
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Musim kemarau mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang, Banten. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) setempat mencatat 686 hektare lahan sawah terdampak kekeringan.

Kepala Bidang Hortikultura DPKP Pandeglang, Nuridawati, menyebutkan dari total lahan terdampak, sekitar 590 hektare sudah dipanen. Saat ini tersisa 98 hektare yang masih mengalami kekeringan.

Selain itu, masih ada 515 hektare lahan sawah yang terancam kekeringan jika kemarau berlanjut tanpa hujan. Wilayah terdampak dan terancam tersebar di sejumlah kecamatan.

Kecamatan Munjul menjadi yang terluas dengan 420 hektare terdampak, namun sudah dipanen. Di Angsana, 170 hektare juga sudah dipanen.

Sementara Sindangresmi masih memiliki 6 hektare terdampak dan 200 hektare terancam.

Kecamatan lain yang terdampak kekeringan meliputi Cikeusik (1 hektare), Cigeulis (1 hektare), Picung (5 hektare terdampak, 80 hektare terancam), Patia (22 hektare terdampak, 90 hektare terancam), dan Labuan (3 hektare terdampak, 20 hektare terancam).

Di Sukaresmi terdapat 30 hektare terdampak dan 55 hektare terancam.

Pagelaran mencatat 25 hektare terdampak dan 60 hektare terancam, sedangkan Menes 3 hektare terdampak dan 10 hektare terancam.

Untuk mencegah gagal panen atau gagal tanam, DPKP Pandeglang berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Kementerian Pertanian.

Langkah mitigasi dan penanggulangan bencana pertanian akibat kekeringan terus disiapkan.

Nuridawati menegaskan berbagai upaya penanganan disiapkan agar produksi padi di Pandeglang tetap terjaga selama musim kemarau.

📰 Update Terbaru