Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Korea Selatan meningkat signifikan dalam lima bulan pertama tahun ini.
Data dari Kantor Imigrasi Bandara Incheon menunjukkan lonjakan lebih dari 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
>>> Strategi Diet Sebelum Liburan: Ubah Tiga Kebiasaan Ini
Total 22,13 juta orang tercatat masuk Korea antara Januari hingga Mei 2026.
Angka ini naik 11,1 persen dari 19,92 juta pada periode yang sama tahun 2025.
Peningkatan paling tajam terjadi pada wisatawan asing.
Jumlah warga Korea yang kembali naik 5,5 persen menjadi 13,12 juta, sementara kedatangan asing melonjak 20,4 persen dari 7,49 juta menjadi 9,01 juta.
Artinya, ada tambahan lebih dari 1,52 juta wisatawan asing dalam lima bulan pertama tahun ini.
Dengan total perjalanan lintas batas tahun 2025 mencapai 98,32 juta, angka tersebut sudah melampaui rekor sebelum pandemi sebesar 93,54 juta pada 2019.
Pejabat imigrasi meyakini jumlah kedatangan asing tahun ini bisa mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Pertumbuhan terjadi secara merata dari berbagai negara, bukan hanya dari satu pasar utama.
>>> Petugas Kebersihan Ciptakan Pengki Beroda untuk Kurangi Beban Kerja
China dan Taiwan mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara pasar sumber utama. China bahkan menggeser Jepang sebagai negara asal wisatawan asing terbesar ke Korea.
Pada Januari-Mei 2026, kedatangan dari China mencapai 2,69 juta orang, sedangkan dari Jepang 1,62 juta.
Jepang mencatat pertumbuhan 20,1 persen, disusul Amerika Serikat 11,8 persen, dan Vietnam 10,7 persen.
Faktor Pendorong Lonjakan Wisatawan
Pengamat industri mengaitkan peningkatan ini dengan beberapa faktor.
Musim perjalanan semi, acara terkait BTS pada Maret dan April, serta popularitas global "K-Pop Demon Hunters" disebut sebagai pendorong utama.
Kedatangan asing naik sekitar 26 persen selama acara BTS di kawasan Gwanghwamun, Seoul, pada April. Pelemahan won Korea juga turut mendorong minat wisatawan asing.
>>> Festival Musik Tradisional Seoul Digelar di Han River untuk Pertama Kalinya
Nilai tukar yang lebih tinggi meningkatkan daya beli mata uang asing, membuat perjalanan dan belanja di Korea relatif lebih murah bagi pengunjung internasional.
