unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Buku Baru Ungkap Budaya Bahasa Korea Utara yang Sebenarnya

Buku Baru Ungkap Budaya Bahasa Korea Utara yang Sebenarnya

Buku Baru Ungkap Budaya Bahasa Korea Utara yang Sebenarnya
Sampul buku The Purest and Finest Language in the World karya Jeong So-un
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Ini menunjukkan sifat kuasi-dinasti sistem Korea Utara.

Banyak kata yang dianggap sebagai ciri khas bahasa Korea Utara, seperti "eoreum-bosungi" (es krim) dan "kkoburang-guksu" (mi keriting), sebenarnya jarang digunakan di sana.

Jeong berpendapat kesalahpahaman ini muncul karena Korea Utara sering dijadikan bahan hiburan.

alt top

"Orang sering mengonsumsi Korea Utara hanya untuk hiburan. Kebenaran tidak sepenting kejutan atau kelucuan.

Begitu sebuah kata diperkenalkan secara salah, jarang diperbaiki," kata Jeong.

Yang paling menyakitkan adalah nama resmi negara.

alt mid

Pada Januari 2024, Kim Jong-un menyatakan bahwa Selatan dan Utara bukan bangsa yang sama dan tidak menginginkan reunifikasi, serta secara resmi menggunakan "Republik Korea" alih-alih "Namjoseon".

>>> Museum Nasional Korea dan Galeri Uffizi Tandatangani MoU Pertukaran Koleksi

Meski demikian, Jeong menekankan bahwa orang harus saling memahami bahasa. "Babak terakhir perpecahan akan ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan kolektif yang kita bangun sepanjang jalan," tutupnya.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru