Beberapa tahun lalu, memiliki smartphone dengan RAM 12 GB terasa seperti membawa komputer mini di saku. Kapasitas itu dianggap lebih dari cukup, bahkan mewah.
Namun, kini mulai muncul keluhan dari pengguna berat yang merasa 12 GB tidak lagi lega.
>>> Alien Isolation 2 Hadir dengan AI Adaptif dan Latar Koloni Baru
Penyebab RAM 12 GB Mulai Kewalahan
Aplikasi modern semakin rakus memori.
Media sosial, platform streaming, dan aplikasi navigasi kini membawa fitur kompleks seperti video pendek resolusi tinggi, filter AI, dan pelacakan lokasi latar belakang.
Setiap pembaruan fitur otomatis membengkakkan konsumsi RAM.
Saat membuka beberapa aplikasi media sosial bersamaan, sebagian besar kapasitas memori langsung terpakai. Akibatnya, multitasking terasa lambat.
Game mobile kelas berat juga menjadi faktor.
>>> Bocoran Spesifikasi Honor X7e Plus 5G: Baterai 7500mAh dan Sertifikasi Global
Game populer saat ini menuntut RAM besar untuk memuat aset visual resolusi tinggi, tekstur detail, dan efek pencahayaan kompleks.
Saat bermain game sambil menjalankan aplikasi komunikasi atau perekam layar, RAM 12 GB dipaksa bekerja di batas maksimal.
Sistem Android akan menutup aplikasi lain demi stabilitas game.
Faktor penentu terbesar adalah integrasi AI on-device. Fitur seperti transkripsi audio otomatis, pengeditan foto pintar, dan asisten virtual responsif membutuhkan alokasi memori khusus.
Sistem operasi harus mencadangkan beberapa gigabyte RAM untuk fungsi AI, sehingga sisa memori untuk aktivitas harian berkurang signifikan.
>>> Pengadilan Perintahkan Wayfarer Studios Bayar Biaya Pengacara Blake Lively
Dengan tren ini, pengguna berat mungkin perlu mempertimbangkan smartphone dengan RAM lebih besar di masa depan.