Blokade AS akan dihentikan sepenuhnya.
>>> Trump Rayakan Ultah ke-80 dengan Kesepakatan Iran dan Pertarungan UFC
Belum jelas siapa yang akan menandatangani kesepakatan dari pihak Iran.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada Fox News bahwa Gedung Putih masih menentukan siapa yang akan hadir.
"Saya tentu berencana untuk hadir, tetapi mungkin presiden sendiri bisa hadir," ujarnya.
Negosiasi Lebih Lanjut dan Kritik
Negosiasi lebih luas mengenai isu-isu seperti program nuklir Iran akan berlanjut selama 60 hari ke depan, kata dua pejabat senior Pakistan.
Jika gagal mencapai resolusi, tenggat waktu bisa diperpanjang.
Kesepakatan ini kemungkinan mengembalikan kawasan ke status sebelum perang, tetapi dengan ribuan orang tewas.
Iran memiliki tekanan baru dengan kemampuannya memengaruhi pengiriman di selat yang penting bagi minyak dan gas global.
Kesepakatan ini menuai kritik dari pemerintah Israel dan kritikus di Partai Republik Trump. Beberapa menilai tidak memperbaiki ketentuan kesepakatan nuklir Iran 2015 yang ditarik Trump.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendesak persatuan nasional dan menyebutnya "aib" jika ada yang menyebut negosiator sebagai pengkhianat.
Isu Nuklir Iran Masih Menggantung
Setelah perang dimulai, Iran menyerang Israel dan beberapa negara Teluk dengan rudal dan drone. Gencatan senjata dicapai pada 7 April.
Sepuluh hari kemudian, militer AS memberlakukan blokade.
Iran memiliki 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen, langkah pendek dari tingkat senjata 90 persen, menurut Badan Energi Atom Internasional.
Iran mempertahankan program nuklirnya bersifat damai dan belum berkomitmen menyerahkan uranium yang diperkaya.
>>> Trump Umumkan Kesepakatan Damai dengan Iran, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali
Rusia telah menawarkan untuk mengambil uranium tersebut. Trump sebelumnya mengatakan ingin uranium itu dihancurkan.