Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Minggu bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang berlangsung berbulan-bulan.
Trump menyatakan Selat Hormuz yang krusial akan dibuka kembali setelah penandatanganan kesepakatan pada akhir pekan ini.
>>> AS dan Iran Capai Kesepakatan Akhiri Perang, Blokade Selat Hormuz Dicabut
Pengumuman Trump di Media Sosial
Trump mengumumkan kesepakatan tersebut melalui media sosial, menandai puncak negosiasi yang melelahkan untuk mengakhiri permusuhan yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat untuk semuanya!"
tulis Trump di Truth Social.
"Saya dengan ini mengesahkan pembukaan bebas Selat Hormuz, dan secara bersamaan, mengesahkan pencabutan blokade Angkatan Laut AS. Kapal-kapal Dunia, nyalakan mesin kalian.
Biarkan minyak mengalir!" tambahnya.
Dalam unggahan terpisah, Trump menyebut kesepakatan itu sebagai kesepakatan yang "hebat" yang akan membawa perdamaian ke seluruh kawasan Timur Tengah.
"Banyak presiden telah mencoba berdamai dengan Iran, dan semuanya gagal sebelum saya. Para pemimpin kawasan, untuk pertama kalinya, menemukan presiden yang dapat membantu mereka mencapai perdamaian nyata," katanya.
Trump tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan tersebut.
Peran Mediator dan Jadwal Penandatanganan
Dengan bantuan negara-negara perantara, termasuk Pakistan dan Qatar, AS dan Iran telah menyusun nota kesepahaman yang akan membuka kembali Selat Hormuz dan membuka jalan bagi diskusi teknis selama 60 hari mengenai program nuklir Iran.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, mediator utama, mengatakan bahwa upacara penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat.
>>> Trump Nyatakan Kesepakatan Iran 'Selesai', Buka Selat Hormuz Bebas Biaya
"Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon," tulis Sharif di X.
