Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Minggu bahwa kesepakatan damai dengan Iran kini telah "selesai".
Ia mengumumkan otorisasi pembukaan "bebas biaya" Selat Hormuz yang krusial serta pencabutan "segera" blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran.
>>> Israel Serang Pinggiran Beirut Jelang Kesepakatan AS-Iran
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator utama, juga menulis di media sosial bahwa kesepakatan antara AS dan Iran telah tercapai.
Ia menambahkan bahwa upacara penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini sudah selesai. Selamat untuk semua!"
tulis Trump.
"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan bebas biaya Selat Hormuz, dan secara bersamaan mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat.
Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!"
lanjutnya.
>>> AS dan Iran Semakin Dekat dengan Kesepakatan, Waktu Penandatanganan Masih Belum Jelas
Korea Selatan dan negara-negara lain telah memantau perkembangan konflik Timur Tengah yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Konflik tersebut hampir menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting untuk minyak, pupuk, dan komoditas lainnya, serta mendorong kenaikan harga minyak.
Pada Sabtu, Trump mengatakan kesepakatan dijadwalkan ditandatangani pada Minggu.
Namun, penandatanganan batal karena ketegangan kembali memanas akibat serangan udara Israel yang menargetkan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.
Dalam panggilan pers pada Jumat, seorang pejabat senior pemerintahan Trump menjelaskan teks kesepakatan damai yang hampir final.
Pejabat itu mengatakan kesepakatan mengarah pada pembongkaran program nuklir Iran dan pengambilalihan uranium yang diperkaya Iran oleh AS.
Korea Selatan dan negara-negara lain yang bergantung pada Selat Hormuz untuk impor energi telah berharap adanya penyelesaian damai antara AS dan Iran yang akan memulihkan jalur aman melalui perairan tersebut.
>>> G7 Tanpa China: Keputusan yang Tepat atau Kesalahan Strategis?
Dua lusin kapal Korea Selatan masih terjebak di selat itu.