Pakistan, sebagai mediator utama, mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka Selat Hormuz.
Kesepakatan ini memberikan kelegaan bagi ekonomi global setelah lebih dari tiga bulan pertempuran.
>>> Trump Nyatakan Kesepakatan Iran 'Selesai', Buka Selat Hormuz Bebas Biaya
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi tercapainya kesepakatan tersebut. Ia mengaku telah mengizinkan pengakhiran blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Blokade itu sebelumnya diberlakukan sebagai balasan atas penguasaan Iran terhadap jalur air strategis tersebut. "Selamat untuk semuanya!"
tulis Trump di media sosial.
Trump menyatakan secara resmi membuka Selat Hormuz tanpa hambatan. Ia juga mengizinkan pencabutan blokade angkatan laut AS secara langsung.
Sebelumnya, AS mengatakan akan melonggarkan blokade seiring pembukaan kembali selat. Washington juga setuju melonggarkan sanksi agar Iran bisa menjual lebih banyak minyak dan memperkuat ekonominya yang terpuruk.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, membenarkan adanya kesepakatan dalam siaran televisi pemerintah. Namun, ia menegaskan Iran tidak akan mulai mengimplementasikannya hingga penandatanganan pada Jumat.
Ia mengatakan kesepakatan itu mengikuti perundingan selama lebih dari 14 jam di Teheran dengan perwakilan Qatar, mediator lainnya.
Televisi pemerintah Iran menampilkan spanduk yang menyatakan "AS dipaksa menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang."
Pakistan pertama kali mengumumkan kesepakatan itu setelah sehari di mana Israel, yang dikesampingkan dari negosiasi, menyerang pinggiran selatan Beirut.
Serangan itu mengancam penyelesaian perundingan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kedua belah pihak telah menyatakan penghentian operasi militer secara segera dan permanen di semua lini, termasuk di Lebanon.
Mediator pekan ini akan memfasilitasi pertemuan untuk meletakkan dasar bagi pembicaraan teknis.
