Steven Spielberg dan David Koepp kembali berkolaborasi dalam film fiksi ilmiah terbaru berjudul Disclosure Day.
Namun, pengalaman panjang keduanya di genre ini belum cukup untuk membuat film ini mudah dinikmati.
>>> Lenovo Power Bank Hybrid 2-in-1 140W Resmi Dirilis, Punya Layar Pintar dan Baterai 10.200mAh
Disclosure Day tayang di bioskop mulai Selasa, 16 Juni 2026. Film ini dibintangi Emily Blunt dan Josh O'Connor sebagai karakter utama.
Alur Cerita yang Terlalu Ambisius
Spielberg dan Koepp ingin menggabungkan konspirasi, aksi laga, thriller, teknologi canggih, AI, dan sentuhan humanis dalam satu film.
Sayangnya, ambisi ini membuat Disclosure Day kehilangan fokus.
Cerita dibangun dari potongan-potongan konflik yang direkatkan dengan lemah.
Penonton seperti melompat dari satu plot ke plot lain secara ugal-ugalan selama lebih dari separuh durasi 2,5 jam.
Ritme cerita menjadi tidak stabil. Saat penonton mulai masuk ke satu bagian, film sudah berpindah ke dimensi lain.
Beberapa adegan terasa dipanjangkan tanpa relevansi signifikan.
Topik fiksi ilmiah dan konspirasi yang dimasukkan terlalu banyak, mulai dari alien hingga teknologi pengendali pikiran. Semua itu dibalut aksi laga ala popcorn movie.
Karakter Stereotipe dan Plot Hole
Koepp dan Spielberg masih menggunakan konflik tipikal ilmuwan naif melawan pemerintah. Pembagian protagonis dan antagonis terlihat sangat stereotipe.
Daniel Kellner (Josh O'Connor) digambarkan brilian dalam matematika, tetapi sering bertindak tidak logis.
>>> Sinopsis The Equalizer 2, Bioskop Trans TV 16 Juni 2026
Organisasi rahasia WARDEX sebagai 'bad guy' juga terlihat janggal karena selalu tertinggal dari seorang ilmuwan dan warga sipil.
Gagasan Menarik yang Kurang Terealisasi
Meski bermasalah, Disclosure Day memiliki gagasan yang juicy dan relevan. Teknologi pengendali pikiran membuka diskusi tentang pengawasan dan kontrol individu.
