Film fiksi ilmiah terbaru sutradara Na Hong-jin, "Hope", memicu perdebatan sengit di kalangan penonton dan kritikus sejak dirilis pada 15 Juli.
Reaksi yang terpolarisasi justru mendorong rasa penasaran publik, sehingga film ini berhasil menembus 2 juta penonton pada hari Minggu, hanya lima hari setelah pemutaran perdana.
>>> Jadwal Bioskop Trans TV 20-26 Juli 2026: James Bond hingga RoboCop 3
Film ini mengikuti kekacauan yang terjadi ketika monster misterius tiba-tiba menyerang Pelabuhan Hopo, sebuah desa nelayan fiktif di dekat Zona Demiliterisasi Korea.
Kepala kantor polisi setempat (diperankan Hwang Jung-min) dan warga desa, termasuk Seong-gi (Zo In-sung), berusaha menghadapi makhluk luar angkasa sementara penduduk membentuk kelompok pertahanan.
Pujian dan Kritik Tajam
Para pendukung memuji film ini sebagai mahakarya inovatif, menyoroti aksi intens, skala besar, dan struktur naratif yang memberontak dari sinema Korea tradisional.
Kritikus film terkemuka Lee Dong-jin memberi bintang empat dari lima, memuji energi mentah dan ambisi sinematiknya.
"Ini adalah perlombaan berani melalui kekacauan aneh di mana seluruh film terasa seperti klimaks besar," tulis Lee.
Sebaliknya, beberapa kritikus menyerang produksi karena plot yang tidak padu, logika internal yang tidak konsisten, dan CGI yang tidak meyakinkan.
Mereka menyoroti bahwa film tidak memberikan penjelasan tentang asal-usul alien atau mengapa desa nelayan yang tenang tiba-tiba dipenuhi senjata berat.
Na menanggapi keluhan tentang celah naratif dalam diskusi dengan sineas Bong Joon-ho, menjelaskan bahwa kurangnya penjelasan adalah pilihan kreatif yang disengaja.
"Saya memilih untuk melepaskan daging narasi demi mendapatkan tulang detail sinematik," kata Na.
Perdebatan di Kalangan Penonton
Pengguna web di berbagai komunitas daring dan platform ulasan film berbagi pendapat yang sangat bertentangan. Beberapa penonton mengungkapkan frustrasi dengan tulisan yang longgar dan akhir yang membingungkan.
