unique visitors counter
⌂ Beranda News Harga Minyak Anjlok 5% ke Level Terendah Tiga Pekan Setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran

Harga Minyak Anjlok 5% ke Level Terendah Tiga Pekan Setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran

Harga Minyak Anjlok 5% ke Level Terendah Tiga Pekan Setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran
Ilustrasi: Harga Minyak Anjlok 5% ke Level Terendah Tiga Pekan Setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran
A A Ukuran Teks16px

Harga minyak mentah jatuh sekitar 5 persen ke level terendah dalam tiga pekan pada Senin (4/8/2026) setelah Presiden AS Donald Trump menahan serangan baru ke Iran dengan harapan mencapai kesepakatan cepat yang dapat meningkatkan pasokan minyak dari Teluk.

Brent berjangka turun 4,19 dolar AS, atau 4,8 persen, menjadi 83,74 dolar AS per barel pada pukul 12.40 waktu setempat (16.40 GMT).

>>> Purbaya Beber Strategi Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Semester II-2026

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 4,92 dolar AS, atau 5,8 persen, menjadi 79,75 dolar AS.

Brent berpotensi mencatat penutupan terendah sejak 13 Juli, sebagian karena dimulainya kontrak Oktober yang lebih murah sebagai bulan depan setelah kontrak September yang lebih mahal berakhir pada Jumat.

Iran pada Senin mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan tidak ada rencana pertemuan, bertentangan dengan pernyataan Trump yang mengutip pembicaraan yang akan berlangsung sore itu sebagai alasan membatalkan serangan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menolak klaim tersebut, dengan mengatakan tidak ada negosiasi dengan AS dan tidak ada pertemuan yang dijadwalkan.

Iran tidak berencana menjadi tuan rumah delegasi asing atau mengirim negosiator ke luar negeri dalam beberapa hari mendatang, katanya.

Analis di firma penasihat energi Ritterbusch and Associates menyebut penurunan tajam harga minyak sebagai reaksi berlebihan terhadap komentar Trump bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat.

Mereka juga mencatat pola Trump yang sesekali berbicara untuk menurunkan harga minyak guna mencegah kenaikan harga bensin yang berkelanjutan.

Pada Senin, Trump kembali meminta perusahaan minyak menurunkan harga bensin bagi konsumen AS, dan menegur CEO Chevron, Mike Wirth, karena tidak mengakui upaya pemerintahannya membantu industri minyak.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot