unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Trump Janji Tak Batasi AI, Meski Bos Teknologi Minta Kehati-hatian
News

Trump Janji Tak Batasi AI, Meski Bos Teknologi Minta Kehati-hatian

Trump Janji Tak Batasi AI, Meski Bos Teknologi Minta Kehati-hatian
Trump Janji Tak Batasi AI, Meski Bos Teknologi Minta Kehati-hatian
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan pemerintah tidak akan membatasi perkembangan kecerdasan buatan.

Pernyataan itu disampaikan di tengah seruan kehati-hatian dari sejumlah eksekutif perusahaan AI yang berkumpul di Washington.

Trump menyampaikan hal tersebut saat peluncuran chatbot AI bernama America. gov yang ditujukan membantu warga mengakses layanan pemerintah.

Ia menegaskan tidak akan menghambat pertumbuhan teknologi yang dinilainya akan lebih besar dari revolusi industri.

"Saya tidak akan pernah menghambat pertumbuhan teknologi yang akan lebih besar dari revolusi industri," kata Trump. "Kita tidak bisa menghambatnya, dan kita sudah memimpin jauh."

Sejumlah eksekutif AI terkemuka makan siang bersama Trump di Gedung Putih.

Mereka antara lain Dario Amodei, CEO Anthropic; Greg Brockman, presiden OpenAI; Jeff Bezos, pendiri Amazon; dan Elon Musk yang platform X miliknya memiliki model AI Grok.

CEO Nvidia Jensen Huang duduk di sebelah kanan Trump, sementara Musk di sebelah kiri, menurut bagan tempat duduk yang diunggah presiden di Truth Social.

Turut hadir CEO Google Sundar Pichai, CEO Meta Mark Zuckerberg, dan CEO Microsoft Satya Nadella.

Keyakinan Trump berbanding terbalik dengan peringatan yang disuarakan para eksekutif AI dalam beberapa hari terakhir. Amodei awal bulan ini menyerukan perusahaan-perusahaan terkemuka memperlambat pengembangan teknologi tersebut.

Pada Senin, OpenAI mengatakan menunda perilisan model AI terbarunya karena kekhawatiran keamanan yang disampaikan para penelitinya.

Perkembangan itu menyusul sejumlah laporan tentang agen AI yang bertindak di luar kendali.

CEO OpenAI Sam Altman dalam wawancara televisi mengatakan perusahaannya semakin fokus pada keamanan. "Kami memperlambat laju kemajuan, yang kadang berarti tidak melatih model," ujarnya kepada CNBC.

Altman menambahkan pihaknya harus melakukannya dengan cara yang memungkinkan klaim keamanan sangat meyakinkan. Tujuannya agar masyarakat tidak diliputi kecemasan.

Trump menggambarkan persaingan mengembangkan AI terutama sebagai kompetisi global antara Amerika Serikat dan China, dengan AS di posisi terdepan.

Menurutnya akan ada pemenang dan pecundang, tanpa tempat kedua.

Kedua negara pekan lalu sepakat membentuk saluran penanganan insiden terkait AI saat kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington.

Namun Trump menegaskan tidak ingin terlalu banyak bekerja sama dengan China.

"Saya tidak ingin melakukan apa pun, karena kita memimpin. Mengapa saya harus melakukan sesuatu?"

kata Trump.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru