Manajer tim nasional Inggris Thomas Tuchel menghadapi kendala serius pada lini pertahanan menjelang pertandingan UEFA Nations League melawan Republik Ceko di Praha.
Duo bek Ezri Konsa dan Nico O'Reilly terpaksa absen dari sesi latihan utama tim di pusat latihan Tottenham Hotspur pada Senin, 28 September 2026.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengonfirmasi bahwa Konsa dan O'Reilly harus menjalani porsi latihan individu, sementara 22 pemain lainnya tetap terbang ke Praha sesuai jadwal.
Masalah ini memperparah krisis kebugaran skuad The Three Lions setelah sebelumnya Cole Palmer, Declan Rice, Marcus Rashford, Kobbie Mainoo, dan Tino Livramento lebih dulu mengundurkan diri.
Dampak Absennya Konsa dan O'Reilly
Absennya dua pemain bertahan tersebut berpotensi memaksa Tuchel merombak struktur pertahanan dengan mengandalkan Trevoh Chalobah atau Jarrad Branthwaite di posisi bek tengah.
Selain itu, Myles Lewis-Skelly atau Lewis Hall dapat digeser ke sektor bek kiri untuk menutupi kekosongan.
Kondisi fisik pemain yang menurun memicu kritik keras dari Tuchel terkait padatnya kalender pertandingan internasional yang dinilainya menguras stamina.
"Saya pikir para pemain akan lebih menyukai tiga jeda singkat.
Saya hampir tidak bisa memikirkan periode dalam sepakbola klub ketika Anda memiliki pertandingan dan jeda seperti yang kami alami sekarang," kata Tuchel.
"Kami bermain Sabtu-Selasa lalu Sabtu-Selasa lagi, jadi hanya ada dua hari di antara setiap pertandingan. Itu terdengar terlalu padat jika Anda bersama selama dua setengah pekan.
Saya harus katakan, rasanya tidak sepenuhnya tepat," ujarnya.
Meski dihantam badai cedera, Tuchel menegaskan enggan melakukan rotasi besar-besaran dalam susunan pemain utamanya.
Ia memastikan kapten tim Harry Kane bakal terus tampil sebagai starter dalam seluruh empat pertandingan Nations League periode ini.
"Sejujurnya saya paling tidak ingin melakukan rotasi. Saya tidak yakin apakah itu memungkinkan," ujar Tuchel.
Guna bangkit dari kekalahan 2-3 saat berhadapan dengan Spanyol di pertandingan sebelumnya, pelatih asal Jerman tersebut menuntut anak asuhnya untuk bermain ekstra agresif dan menekan sejak awal laga melawan Republik Ceko.
"Kami harus proaktif dan memberikan segalanya. Tidak ada ruang untuk permainan yang konservatif atau hemat energi," kata Tuchel.
Strategi ofensif ini dinilai sangat krusial untuk mengamankan poin penuh di markas lawan sekaligus memperbaiki posisi Inggris di papan klasemen sementara Grup A3.
"Beginilah tim ingin bermain, beginilah kami ingin bermain, jadi mari kita mulai. Ini akan menjadi skenario yang berbeda, lingkungan yang berbeda, dan tantangan yang berbeda," kata Tuchel.
Setelah melakoni laga tandang di Praha, para pilar Inggris akan langsung dikembalikan ke klub masing-masing untuk melanjutkan kompetisi domestik akhir pekan nanti.
