Tim nasional Kroasia bersiap menantang Spanyol pada laga kedua Grup A3 UEFA Nations League 2026/27 di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Sevilla.
Skuad asuhan Zlatko Dalic bertekad menghentikan catatan impresif tuan rumah yang belum terkalahkan dalam 39 pertandingan berturut-turut.
Kedua tim menatap laga ini setelah meraih hasil positif pada pertandingan pembuka grup.
Spanyol menundukkan Inggris 3-2 di Stadion Wembley, sementara Kroasia mengamankan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko.
Gol bersejarah Luka Modric menjadikannya pencetak gol tertua negaranya pada usia 41 tahun.
Peringatan Davor Suker untuk Spanyol
Mantan penyerang Kroasia, Davor Suker, mengingatkan Spanyol agar tidak memandang sebelah mata kekuatan negaranya menjelang bentrokan di Andalusia.
Suker menilai sikap meremehkan justru bisa menjadi kelemahan bagi tim asuhan Luis de la Fuente.
"Spanyol adalah favorit, tetapi sebagai orang Kroasia, saya ingin menang. Anda punya tim yang luar biasa, pelatih yang bagus, dan ambisi.
Semoga Anda bersantai, tetapi setiap kali orang meremehkan kami, kami akan bangkit," kata Davor Suker, mantan striker Kroasia.
Suker menyoroti peran penting Modric yang dinilainya masih sanggup tampil di level tertinggi untuk memimpin perlawanan Kroasia.
"Modric telah menunjukkan bahwa ia masih bisa tampil. Kami punya kualitas yang luar biasa.
Semoga akan ada gol karena saya tidak suka hasil 0-0," ujar Davor Suker, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Kroasia.
Fokus Mateo Kovacic pada Permainan Sendiri
Gelandang Kroasia Mateo Kovacic menegaskan seluruh anggota tim tetap fokus pada strategi permainan sendiri ketimbang merenungkan rekor mentereng lawan.
Pemain Manchester City tersebut menilai Kroasia memiliki cara untuk meredam kekuatan utama Spanyol.
"Kami tahu mereka adalah juara dunia dan sudah menjalani 39 pertandingan tanpa kalah. Namun, kami tidak ingin memikirkan hal itu.
Kami ingin fokus pada permainan kami, berjuang, dan mencoba menghilangkan senjata terkuat mereka, yaitu bola. Kami ingin menang," kata Mateo Kovacic, gelandang Kroasia.
Kovacic menambahkan bahwa dirinya sangat menikmati menyaksikan gaya permainan Spanyol saat ini, yang diisi oleh pemain-pemain berkualitas seperti Rodri, Pedri, dan Lamine Yamal.
Walau mengagumi lawan, ia menyebut pertandingan mendatangkan tantangan besar bagi kedua belah pihak.
"Spanyol saat ini adalah tim terbaik di dunia. Tidak ada yang lebih baik daripada bertanding melawan yang terbaik," kata Mateo Kovacic, gelandang Kroasia.
Ia mengingatkan bahwa kedua negara sudah sering bertemu dalam laga-laga krusial dan Kroasia beberapa kali mampu merepotkan La Furia Roja.
"Ini akan jadi pertandingan yang sulit melawan tim terbaik di dunia. Tapi ini juga akan sulit buat mereka.
Kami sudah menghadapi mereka beberapa kali dan kadang kami tampil sangat baik. Semoga kami bisa mengulangnya," kata Mateo Kovacic, gelandang Kroasia.
Pemain berusia 32 tahun itu menekankan disiplin dan penghormatan kepada lawan menjadi kunci utama perjuangan timnya tanpa harus merasa gentar sedikit pun.
"Kami menghormati semua lawan, terlebih ketika menghadapi juara dunia. Di luar kualitas individu, mereka sangat kuat sebagai sebuah tim," ujar Mateo Kovacic, gelandang Kroasia.
Kroasia mencatat rekor statistik yang kurang menguntungkan setelah kalah dalam tiga pertemuan kompetitif terakhir melawan Spanyol, termasuk kekalahan adu penalti pada final UEFA Nations League 2022/23.
Secara keseluruhan, Spanyol memegang keunggulan 7-3 dalam rekor pertemuan kedua negara, sementara kemenangan terakhir Kroasia terjadi pada ajang Nations League 2018.
"Kami tidak takut kepada siapa pun. Kami respek kepada siapa pun.
Spanyol adalah tim yang sangat kuat. Mereka sangat kompak.
Mereka tim top, tapi kami akan fokus ke permainan kami sendiri," kata Mateo Kovacic, gelandang Kroasia.
