unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Apakah Trump Berhasil Mencapai Tujuannya dalam Perang dengan Iran?

Apakah Trump Berhasil Mencapai Tujuannya dalam Perang dengan Iran?

Apakah Trump Berhasil Mencapai Tujuannya dalam Perang dengan Iran?
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dan rudal Iran
A A Ukuran Teks16px
alt mid

WASHINGTON — Tiga bulan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari, kesepakatan damai awal telah tercapai.

Namun, seberapa jauh Presiden AS Donald Trump berhasil mencapai tujuannya?

>>> Pemerintah Targetkan Peluncuran Perlinsos Digital pada Oktober 2026

alt top

Trump sebelumnya menetapkan sejumlah sasaran, mulai dari menghancurkan kemampuan rudal balistik Iran hingga memastikan Teheran tidak memiliki senjata nuklir.

Rudal dan Drone

Sebelum perang, Iran memiliki persenjataan rudal balistik terbesar di Timur Tengah, dengan 2.500 hingga 6.000 rudal berbagai jenis.

Beberapa rudal mampu mencapai Israel dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer.

alt mid

Iran juga merupakan produsen utama drone jarak jauh, termasuk drone Shahed yang digunakan Rusia di Ukraina.

Sekitar satu bulan setelah perang, sumber AS mengatakan sepertiga dari arsenal itu hancur, dan sepertiga lainnya kemungkinan rusak, hancur, atau terkubur.

Laksamana Brad Cooper dari AS mengatakan kepada Kongres pada 14 Mei bahwa kemampuan Iran untuk membangun dan menyimpan rudal serta drone jarak jauh telah mundur bertahun-tahun.

Lebih dari 1.500 rudal dan 6.000 drone telah dicegat oleh AS dan sekutunya.

Meskipun demikian, Iran masih mampu meluncurkan rudal ke Kuwait dan Bahrain pada 6 Juni, serta ke Israel pada 7 Juni.

Serangan itu tidak menimbulkan kerusakan signifikan.

Militer Konvensional

Militer AS mengatakan telah menurunkan kemampuan militer konvensional Iran untuk memproyeksikan kekuatan di kawasan.

Cooper melaporkan bahwa 161 kapal angkatan laut Iran hancur dan 82 persen sistem pertahanan udaranya lumpuh.

Angkatan udara Iran, yang sebelumnya menerbangkan hingga 100 sorti per hari, kini tidak menerbangkan misi sama sekali.

Namun, Iran masih mampu menutup Selat Hormuz selama konflik menggunakan speedboat, ranjau, drone, dan kapal rudal, sehingga menghambat kapal dagang yang mengangkut seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru