Sejak era Covid, semua industri berubah drastis menjadi serba digital. Namun, setelah pandemi berakhir, banyak bisnis kembali ke pelayanan manual dan meninggalkan digitalisasi.
Hal ini juga terjadi di sektor hotel dan industri pariwisata. Padahal, digitalisasi terbukti mampu meningkatkan okupansi, revenue, dan bisnis secara keseluruhan.
>>> Sinopsis Husbands in Action: Gong Myung dan Jin Sun-kyu Reuni di Film Komedi Aksi
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah turis mancanegara yang datang ke Indonesia pada April lalu mencapai 1,2 juta jiwa.
Angka ini belum termasuk wisatawan lokal.
Potensi besar ini menuntut industri pariwisata untuk menjawab kebutuhan wisatawan dengan layanan nyaman, efisien, terintegrasi, dan berbasis teknologi.
Transformasi Digital yang Dibutuhkan
Transformasi digital di dunia pariwisata dan hospitality mencakup kecepatan internet, Digital Touch Point, keamanan lokasi seperti smart CCTV, kasir digital, dan tools monitoring jaringan.
>>> Philips 4200 Smart Lock: Keamanan Rumah dengan Akses Praktis dan Nyaman
VP Enterprise Marketing & Growth Telkom, Reni Yustiani, mengatakan bahwa Telkom berkomitmen membantu semua lini industri bertransformasi. Termasuk pelaku usaha hotel, restoran, destinasi wisata, dan bisnis penunjang pariwisata.
“Transformasi digital kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri hospitality dan pariwisata,” ujar Reni di Jakarta.
Menurut Reni, wisatawan saat ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap kualitas layanan. Mereka menginginkan pengalaman yang cepat, nyaman, terkoneksi, dan serba digital.
>>> EJAE Rayakan Pengalaman Piala Dunia yang Luar Biasa Bersama Tunangan
Karena itu, pelaku usaha perlu didukung fondasi teknologi yang andal agar dapat memberikan layanan terbaik dan menjalankan operasional bisnis secara lebih efisien.