unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Wakil Presiden AS Vance Bertemu Pejabat Tinggi Iran di Swiss

Wakil Presiden AS Vance Bertemu Pejabat Tinggi Iran di Swiss

Wakil Presiden AS Vance Bertemu Pejabat Tinggi Iran di Swiss
Wakil Presiden AS JD Vance bertemu pejabat Iran di Swiss
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Namun, hanya beberapa hari setelah penandatanganan, kesepakatan itu diuji setelah pertempuran meningkat di Lebanon dan Iran kembali menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata baru di Lebanon yang ditengahi pada Sabtu tampaknya bertahan.

>>> Gangguan Penerbangan di Zurich Akibat Zona Terbatas untuk Perundingan Iran-AS

alt top

Pertemuan Terpisah

Vance sebelumnya duduk bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Lapangan Asim Munir, yang menjadi mediator utama antara Washington dan Teheran selama konflik.

Sharif bertemu secara terpisah dengan Qalibaf dan Araghchi.

Mediator dari Qatar juga hadir di resor tersebut.

alt mid

Rafael Grossi, kepala Badan Pengawas Nuklir PBB (IAEA), bertemu dengan Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis di sela-sela pertemuan.

Sikap Iran

Iran mendekati negosiasi dengan hati-hati mengingat pengalaman sebelumnya dengan AS dalam masalah nuklir, yang dua kali dalam setahun terakhir terganggu oleh serangan militer besar-besaran terhadap negara itu.

"Implementasi dokumen apa pun lebih penting daripada penandatanganannya," kata Baghaei pada Minggu.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Iran akan mempertahankan haknya atas program nuklir.

"Yang pasti adalah kami tidak akan pernah mundur dari hak untuk memperkaya uranium, dan pihak lain juga terpaksa menerimanya," kata Pezeshkian, menurut media pemerintah Iran.

Kontroversi Kesepakatan

Trump dan Vance mendapat kritik tajam dari sebagian partai mereka sendiri atas kesepakatan itu, dengan garis keras Partai Republik menyamakannya dengan perjanjian nuklir era Obama yang dianggap tidak menghentikan program nuklir Iran.

Kesepakatan yang ditandatangani Trump dan Pezeshkian memungkinkan Iran menjual minyaknya secara bebas dan membuka akses ke miliaran dolar aset yang dibekukan.

Kesepakatan itu juga menyerukan Iran untuk mengencerkan stok uranium yang diperkaya tinggi, yang diyakini terkubur di bawah situs nuklir yang menjadi sasaran serangan AS musim panas lalu.

Kesepakatan menyebutkan kapal komersial dapat melewati Selat Hormuz selama 60 hari tanpa biaya, tetapi tidak mengecualikan biaya di masa depan yang dikenakan Iran.

>>> Israel Tegaskan Pasukan Bebas Eliminasi Ancaman di Lebanon

Trump mengeluarkan ancaman sendiri pada Sabtu untuk memberlakukan tol AS di selat itu jika tidak ada kesepakatan dalam 60 hari.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru