Perunding tingkat tinggi Amerika Serikat dan Iran pada Senin (22/6) menuntput putaran panjang pembicaraan awal yang bertujuan memperkuat penghentian permanen perang antara kedua negara.
Mediasi yang berlangsung di Swiss sejak Minggu (21/6) itu sempat mengalami momen sulit. Namun, pembicaraan juga menghasilkan beberapa kesepakatan antara kedua belah pihak.
>>> Poin Penting dari Putaran Pertama Perundingan Iran-AS
Mediator Qatar dan Pakistan memuji apa yang mereka sebut sebagai "kemajuan yang menggembirakan" selama perundingan. Iran dan Amerika Serikat sepakat membentuk "sel de-konflik" untuk menangani pertempuran di Lebanon.
Seorang diplomat senior AS mengklaim kemajuan di berbagai bidang, termasuk pembentukan "mekanisme" untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka dan gencatan senjata di Lebanon selatan bertahan.
Ketegangan akibat pernyataan Trump
Pembicaraan antara AS dan Iran, yang didampingi pejabat Qatar dan Pakistan, sempat terguncang oleh pernyataan pedas Presiden AS Donald Trump.
Dari jarak ribuan mil dari lokasi perundingan di resor pegunungan dekat Danau Lucerne, Trump melontarkan komentar yang menyinggung pihak Iran.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa perundingan sempat terhenti setelah "publikasi pesan menghina oleh Presiden AS." Delegasi Iran kemudian bertemu dengan mediator Qatar dan meninggalkan lokasi negosiasi.
Diplomat senior AS yang berbicara dengan syarat anonim pada Minggu malam mengatakan bahwa pihak Iran tetap berada di lokasi dan negosiasi berlanjut.
Namun, televisi pemerintah Iran melaporkan pada Senin bahwa delegasi Iran telah meninggalkan lokasi menuju bandara di Zurich untuk terbang kembali ke Teheran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjanji "tidak akan pernah mundur dari hak untuk memperkaya uranium," menurut media pemerintah.
Trump kemudian dalam wawancara telepon dengan Fox News mengatakan Pezeshkian harus berhati-hati dengan ucapannya dan juga mengancam akan mengambil alih Iran.