>>> Alan Greenspan, Mantan Gubernur The Fed yang Legendaris, Meninggal di Usia 100 Tahun
Iran sangat membutuhkan dana tersebut.
Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan menolak mengomentari detail dana tersebut.
Ia mengatakan setelah serangan Iran ke Teluk, "kami harus melakukan pembicaraan tentang bagaimana membangun kembali kepercayaan sebelum konsep kerja sama ekonomi dapat dibahas secara rasional."
Analis keamanan Saudi Hesham Alghannam mengatakan visi kerajaan "didasarkan pada hierarki prioritas yang jelas: keamanan pertama, diikuti pembangunan kepercayaan melalui jaminan yang dapat diverifikasi, dan akhirnya transisi ke tingkat kerja sama ekonomi yang lebih luas."
Uni Emirat Arab, yang paling menderita akibat serangan Iran, berulang kali menuntut Teheran membayar reparasi. Namun, nada mereka melunak beberapa minggu sebelum kesepakatan.
Berinvestasi di ekonomi Iran dapat memberikan pengaruh bagi Teluk, tetapi mereka membutuhkan jaminan bahwa dana tersebut tidak akan digunakan untuk mempersenjatai kembali Teheran dan proksinya.
Vance telah berusaha meyakinkan sekutu tentang masalah aset beku Iran, yang menurut kesepakatan akan "tersedia sepenuhnya."
Ia mengatakan mediator Qatar bersama Jared Kushner, menantu Trump, telah menemukan "solusi yang sangat menarik" untuk aset beku tersebut.
Jika aset Iran dicairkan, uang itu akan "digunakan untuk membuat petani Amerika lebih kaya dan memberi makan rakyat Iran," kata Vance.
>>> Vance Sebut Pembicaraan dengan Iran di Swiss Jadi Fondasi Baik untuk Kesepakatan Akhiri Perang
Dana tersebut akan digunakan Iran untuk membeli kedelai, jagung, dan gandum Amerika.