unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Iran Berkomitmen Buka Transit Selat Hormuz dan Izinkan Inspektur IAEA

Iran Berkomitmen Buka Transit Selat Hormuz dan Izinkan Inspektur IAEA

Iran Berkomitmen Buka Transit Selat Hormuz dan Izinkan Inspektur IAEA
Ilustrasi: Iran Berkomitmen Buka Transit Selat Hormuz dan Izinkan Inspektur IAEA
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan Iran telah berkomitmen untuk mengizinkan transit yang bebas dan terbuka di Selat Hormuz serta mengembalikan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Bessent melalui media sosial pada Senin (23/6/2025), menyusul putaran pertama negosiasi tingkat tinggi antara AS dan Iran di Swiss pada akhir pekan lalu.

>>> Dana Rp4.800 Triliun untuk Iran: Apa yang Perlu Diketahui?

alt top

Negosiasi tersebut melibatkan mediator dari Pakistan dan Qatar, setelah kedua pihak menandatangani kesepakatan awal pekan sebelumnya.

"Sejalan dengan pembicaraan produktif yang sedang berlangsung di Swiss, Iran telah berkomitmen untuk transit bebas dan terbuka di Selat Hormuz dan mengizinkan inspektur IAEA masuk ke negara mereka," tulis Bessent di X.

Ia menambahkan bahwa Departemen Keuangan telah menerbitkan lisensi umum sementara selama 60 hari yang mengizinkan produksi, pengiriman, dan penjualan minyak Iran sebagai bagian dari kerangka perdamaian dengan Iran.

alt mid

Korea Selatan dan negara-negara lain mencermati perkembangan negosiasi ini dengan harapan pembicaraan damai dapat memulihkan lalu lintas bebas dan aman melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran utama untuk minyak, gas alam, pupuk, dan komoditas lainnya.

Saat ini, 22 kapal yang terkait dengan Korea Selatan masih terperangkap di dalam selat tersebut, yang hampir ditutup Iran selama perang AS-Israel melawannya.

Pada Sabtu (21/6/2025), Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan ada tol di Selat Hormuz selama 60 hari masa gencatan senjata.

>>> Iran Setuju Undang Kembali Inspektur IAEA ke Negara Itu, Kata Vance

"Tidak akan ada tol setelah periode 60 hari berakhir, kecuali jika dikenakan oleh dan untuk Amerika Serikat, jika kesepakatan tidak selesai, sebagai imbalan atas jasa yang diberikan sebagai Malaikat Pelindung bagi negara-negara Timur Tengah," tulis Trump di Truth Social.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru