Teheran telah setuju untuk mengundang kembali inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke negara itu, kata Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance pada Senin (23/6).
Pernyataan itu disampaikan setelah putaran pertama perundingan AS-Iran yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah.
>>> Alan Greenspan, Mantan Gubernur The Fed yang Legendaris, Meninggal di Usia 100 Tahun
"Iran telah setuju untuk mengundang kembali inspektur IAEA ke negara mereka," kata Vance kepada wartawan di resor Burgenstock, Swiss, tempat perundingan dengan ketua negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dimulai pada Minggu (22/6).
"Ini adalah tonggak besar bagi rakyat Amerika dan langkah pertama untuk secara permanen menonaktifkan atau mengakhiri program senjata nuklir di Iran," ujarnya.
Perundingan Dua Bulan
Perundingan di Swiss merupakan tahap pertama dari periode negosiasi dua bulan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan awal pekan lalu.
Mediator Pakistan dan Qatar mengatakan para negosiator menyepakati "peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam 60 hari", dengan pembicaraan teknis akan berlanjut selama sisa pekan ini di Burgenstock.
Kesepakatan akhir akan berusaha mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, yang mendorong Iran melancarkan serangan balasan dengan rudal dan drone di seluruh kawasan.
Serangan itu juga menutup Selat Hormuz, jalur air penting bagi perekonomian dunia.
>>> Vance Sebut Pembicaraan dengan Iran di Swiss Jadi Fondasi Baik untuk Kesepakatan Akhiri Perang
Para negosiator bertujuan mengatasi beberapa isu paling rumit yang telah membelenggu hubungan AS-Iran selama puluhan tahun, termasuk program nuklir Teheran dan uranium yang diperkaya.
Berdasarkan ketentuan kesepakatan awal pekan lalu yang dirilis oleh pejabat AS, Iran akan mengencerkan stok uranium yang diperkaya, kemungkinan dengan "down-blending di lokasi di bawah pengawasan IAEA".