unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Gempa Kembar Dahsyat di Venezuela Tewaskan 32 Orang, Bantuan Berdatangan

Gempa Kembar Dahsyat di Venezuela Tewaskan 32 Orang, Bantuan Berdatangan

Gempa Kembar Dahsyat di Venezuela Tewaskan 32 Orang, Bantuan Berdatangan
Ilustrasi: Gempa Kembar Dahsyat di Venezuela Tewaskan 32 Orang, Bantuan Berdatangan
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Pemerintah membatalkan kegiatan sekolah selama beberapa hari dan beberapa gedung sekolah akan dijadikan tempat penampungan serta pusat donasi.

Rodríguez meminta warga tetap tenang dan tenaga kesehatan melapor ke rumah sakit untuk membantu korban luka.

Di negara bagian Falcon, Gubernur Víctor Clark melaporkan 32 orang dirawat di rumah sakit dan 15 orang terjebak reruntuhan beberapa jam setelah gempa.

alt top

Bantuan Internasional Mengalir

Berbagai negara menawarkan bantuan, termasuk Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Ekuador, El Salvador, Meksiko, Panama, dan Uruguay.

Menteri Luar Negeri AS Rubio menyatakan pihaknya segera mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan, sumber daya medis, dan bantuan kemanusiaan ke Venezuela.

Rodríguez mengaku telah berbicara dengan Rubio melalui telepon dan berterima kasih kepada para pemimpin negara yang telah mengirimkan dukungan.

alt mid

>>> Orangtua Korban Perkosaan di Snapchat Gugat Perusahaan Induk

Ia juga mengatakan Qatar telah mengirimkan tim penyelamat yang diharapkan tiba keesokan harinya, bersama personel penyelamat dari Meksiko dan El Salvador.

Presiden El Salvador Nayib Bukele, yang sebelumnya berseberangan dengan pemerintah Venezuela, menawarkan bantuan. Presiden Ekuador Daniel Noboa memerintahkan pengiriman bantuan kemanusiaan segera.

Presiden Bolivia Rodrigo Paz juga menyatakan kesiapan memberikan bantuan.

Pemerintah Brasil menyatakan solidaritas dan mengatakan tidak ada warga Brasil yang terluka.

Warga Berhamburan ke Luar

Saat gempa terjadi, warga berhamburan keluar dari gedung-gedung yang bergoyang di Caracas. Kolom debu terlihat di dua lingkungan ibu kota yang biasanya ramai dengan restoran dan bisnis.

Warga bertahan di luar rumah selama berjam-jam, beberapa duduk di tanah sambil memeluk hewan peliharaan. Bangunan runtuh, tiang listrik tumbang, dan puing-puing memblokir jalan.

Sebagian ibu kota kehilangan aliran listrik dan sinyal telepon seluler.

alt under
D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
alt mid
📰 Update Terbaru