unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Pasar Barang Mewah Global Mulai Pulih di Kuartal II Meski Perang Timur Tengah

Pasar Barang Mewah Global Mulai Pulih di Kuartal II Meski Perang Timur Tengah

Pasar Barang Mewah Global Mulai Pulih di Kuartal II Meski Perang Timur Tengah
Ilustrasi: Pasar Barang Mewah Global Mulai Pulih di Kuartal II Meski Perang Timur Tengah
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Pasar barang mewah pribadi global mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada kuartal kedua tahun ini, meskipun perang di Timur Tengah masih berlangsung.

Konsultan Bain & Company dalam pembaruan proyeksi tahunannya pada Kamis (24/6) menyebutkan skenario dasar kini memperkirakan kenaikan penjualan barang mewah pribadi sebesar 2 hingga 4 persen pada 2026.

>>> China Pertahankan Patroli di Timur Taiwan Usai Tiga Negara Eropa Protes

alt top

Angka itu lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 3 hingga 5 persen yang dirilis November lalu, sebelum pecahnya perang AS-Israel melawan Iran.

Nilai pasar barang mewah pribadi mencapai 358 miliar euro (sekitar 406 miliar dolar AS) pada 2025. Pasar tersebut telah mengalami kontraksi selama dua tahun terakhir.

Pada 2025, pasar menyusut 2 persen pada nilai tukar saat ini, meskipun naik tipis 1 persen dalam mata uang konstan.

alt mid

Pertumbuhan Dipimpin AS dan China

Secara geografis, pertumbuhan di Amerika Serikat yang didorong oleh merek lokal dan belanja konsumen muda, sebagian mengimbangi perlambatan di Timur Tengah dan Eropa.

China juga perlahan pulih, dengan pertumbuhan lebih banyak dipimpin produk siap pakai dibandingkan barang kulit.

Mitra Bain, Federica Levato, mengatakan Amerika tumbuh lebih dari perkiraan dan China pulih lebih cepat dari dugaan.

>>> Gempa Dahsyat di Venezuela Tewaskan 164 Orang, 971 Luka-luka

Sementara itu, Eropa terdampak oleh arus turis yang lesu, meskipun tanda-tanda stabilisasi mulai terlihat pada Mei.

Perubahan Perilaku Konsumen

Levato mencatat industri ini kehilangan sekitar 70 juta konsumen sejak 2022, karena merek menaikkan harga dan lebih fokus pada klien dengan belanja tertinggi.

Ia menekankan industri harus kembali memperluas basis konsumen, bukan hanya fokus pada 1 persen teratas.

Studi Bain yang diproduksi bersama kelompok industri mewah Italia Altagamma juga menemukan bahwa kecerdasan buatan (AI) dengan cepat mengubah cara konsumen menemukan dan mengevaluasi merek mewah.

Sekitar setengah dari konsumen mewah sudah menggunakan AI dalam pembelian, untuk penemuan dan perbandingan produk.

>>> Gempa Kembar Dahsyat di Venezuela Tewaskan 32 Orang, Bantuan Berdatangan

Pasar barang bekas juga meningkat, dengan separuh pembeli mewah kini berkonsultasi ke pasar tersebut sebelum membeli barang baru.

alt under
D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
alt mid
📰 Update Terbaru