China pada Kamis membela patroli terbarunya di perairan timur Taiwan, sehari setelah Inggris, Prancis, dan Jerman menyatakan keprihatinan atas apa yang mereka sebut sebagai "aktivitas China yang baru".
Ketiga negara Eropa itu tidak merinci aktivitas yang dimaksud, namun menyebutnya membahayakan stabilitas regional.
>>> Gempa Dahsyat di Venezuela Tewaskan 164 Orang, 971 Luka-luka
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan kegiatan penegakan hukum dan patroli China bertujuan menjaga stabilitas regional dan ketertiban maritim.
China mengerahkan kapal penjaga pantai sebagai respons atas pengumuman Jepang dan Filipina yang akan membahas batas maritim di perairan yang diklaim Beijing.
"Ini adalah tindakan yang diperlukan sebagai respons terhadap manipulasi Jepang dan Filipina atas masalah delimitasi maritim serta pelanggaran terhadap hak dan kepentingan maritim China," kata Guo dalam pengarahan harian.
Pernyataan bersama dari kedutaan besar ketiga negara Eropa di Taiwan mengatakan tindakan China mengancam stabilitas regional, kebebasan navigasi, dan keselamatan pelayaran internasional.
AS juga menyatakan keprihatinan atas aktivitas tersebut, demikian dilaporkan Kantor Berita Pusat Taiwan.
Taiwan sebelumnya mengatakan kapal penjaga pantai China melecehkan kapal dagang di dekat pulau itu dengan meminta mereka melaporkan rute yang dituju.
>>> Gempa Kembar Dahsyat di Venezuela Tewaskan 32 Orang, Bantuan Berdatangan
Perairan tersebut merupakan jalur pelayaran vital untuk minyak, gas, dan barang yang diangkut dari Timur Tengah dan Eropa ke pelabuhan di China, Jepang, dan Korea Selatan.
Taiwan adalah pulau yang berpemerintahan sendiri, namun China mengklaimnya sebagai wilayahnya beserta hak atas perairan sekitarnya.
Guo mengatakan aktivitas penjaga pantai adalah "pelaksanaan yurisdiksi yang sah sesuai hukum".
Ketegangan Beijing dengan Tokyo meningkat sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tahun lalu menyiratkan kemungkinan keterlibatan militer jika China mengambil tindakan militer terhadap Taiwan.
Isu Taiwan dianggap sebagai titik rawan yang dapat memicu permusuhan antara China dan AS, yang merupakan pemasok utama persenjataan untuk pertahanan Taiwan.
>>> Gempa Bumi Dahsyat Berturut-turut Guncang Venezuela, Bangunan Runtuh di Caracas
China minggu ini mengirim kapal induk terbaru dan terkuatnya melalui Selat Taiwan, beberapa jam setelah Taiwan memulai latihan militer lima hari untuk merespons kemungkinan serangan China.