Menjelang peluncuran yang diperkirakan tinggal kurang dari tiga bulan, iPhone 18 Pro mulai menjadi sorotan. Bukan hanya karena fitur barunya, tetapi juga kabar kenaikan harga.
Berdasarkan laporan dari sumber industri teknologi, Apple dikabarkan akan menaikkan harga model Pro sekitar 500 yuan atau setara Rp1 juta dibanding generasi sebelumnya.
>>> Bocoran Desain Nothing Phone (4b) Sebelum Rilis Resmi
Meski belum ada konfirmasi resmi, rumor ini semakin kuat setelah CEO Tim Cook menyatakan bahwa kenaikan harga produk Apple tidak bisa dihindari akibat tekanan biaya global.
Bocoran Harga: iPhone 18 Pro Naik 500 Yuan
Menurut sumber rantai pasokan, iPhone 18 Pro dan Pro Max kemungkinan dijual dengan harga dasar sekitar 500 yuan lebih mahal dari iPhone 17 Pro saat diluncurkan.
Sebagai gambaran, iPhone 17 Pro (2025) mulai dari 7.999 yuan atau sekitar Rp17 juta.
Sementara iPhone 18 Pro (2026) diperkirakan mulai dari 8.499 yuan atau sekitar Rp18 juta.
Kenaikan sekitar 6 persen ini mungkin tampak kecil, tetapi di pasar Indonesia selisihnya setara Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta tergantung nilai tukar dan pajak impor.
>>> Apple Siapkan iPhone Ultra 2 Sebelum Generasi Pertama Rilis
Faktor Kenaikan Harga
Apple bukan satu-satunya yang menaikkan harga; ini adalah tren global di segmen smartphone premium. Namun, beberapa faktor spesifik membuat kenaikan hampir tak terhindarkan.
Biaya komponen terus meningkat, termasuk chipset A19 Pro, modul kamera baru dengan sensor lebih besar, layar LTPO OLED generasi terbaru, dan baterai berkapasitas lebih tinggi.
iPhone 18 Pro diprediksi hadir dengan desain true bezel-less, port USB-C berkecepatan tinggi, sistem pendingin internal cair, dan AI on-device untuk fitur asisten pintar.
Semua inovasi ini menambah biaya manufaktur yang kemudian dialihkan ke konsumen.
>>> Novita Hardini: Penambahan Layar Bioskop Bukan Solusi Tunggal
Bagi calon pembeli, informasi ini menjadi pertimbangan penting: apakah membeli di hari pertama rilis atau menunggu diskon beberapa bulan setelahnya.