Novelis Prancis Bernard Werber mendorong pembaca untuk mengejar panggilan unik mereka daripada kesuksesan materi. Menurutnya, kebahagiaan sejati berasal dari menemukan bakat yang setiap orang lahir untuk kembangkan.
Pernyataan itu disampaikan dalam kuliah khusus di Pameran Buku Internasional Seoul 2026 di Coex, Seoul Selatan, Kamis. Prancis menjadi tamu kehormatan dalam acara tahun ini.
>>> Festival Teknologi Masa Depan Seoul: Robot, AI, dan Drone Jadi Permainan Anak
Werber berbagi ketertarikannya seumur hidup pada spiritualitas, tema yang sering muncul dalam novel-novelnya. Ia mulai mengeksplorasi yoga, meditasi Buddhis, dan praktik spiritual lainnya sejak usia 13 tahun.
Ia meyakini ada dua cara hidup yang fundamental berbeda: satu didorong oleh materialisme dan lainnya dipandu oleh spiritualitas.
"Kehidupan materialistis berputar di sekitar mencari pekerjaan, menghasilkan uang, membangun keluarga, dan mengulangi siklus yang sama," katanya.
"Kehidupan spiritual dimulai dengan bertanya mengapa kita dilahirkan, mengapa kita di sini, dan apa yang hanya bisa kita kontribusikan ke dunia," tambah Werber.
Werber memandang spiritualitas bukan sebagai doktrin kolektif, melainkan perjalanan individu untuk menemukan panggilan hidup.
Setiap orang, katanya, memiliki bakat dan tujuan unik yang tidak bisa diukur oleh standar sosial atau imbalan finansial.
"Masyarakat mungkin mengatakan bahwa passion Anda tidak akan menghasilkan uang. Tetapi jika jiwa Anda terus memanggil Anda ke arah itu, Anda harus mendengarkan," ujarnya.
Ia mendorong audiens untuk melihat melampaui "topeng" yang dikenakan orang dan mengenali individu autentik di baliknya.
Werber menekankan bahwa setiap orang memiliki misi pribadi yang berbeda tergantung pada latar belakang, pengalaman, dan kemampuan alami mereka.
"Makna hidup dimulai dengan menemukan karunia Anda.
>>> Korea Tetapkan Guci Keramik Abad ke-15 dan Empat Karya Seni Buddha sebagai Harta Nasional