Korea Selatan secara resmi menetapkan lima artefak bersejarah sebagai harta nasional, termasuk sebuah guci keramik abad ke-15 yang sempat diselundupkan keluar negeri pada masa penjajahan Jepang.
Korea Heritage Service mengumumkan pada Jumat bahwa guci batu Buncheong berbentuk botol pipih dengan ukiran ikan dan garis abstrak itu kini berada di bawah perlindungan negara.
>>> Bahasa Korea Berubah dari Ketertarikan Budaya Menjadi Peluang Seumur Hidup
Guci tersebut dibuat di wilayah Jeolla barat daya pada awal Dinasti Joseon.
Setelah dibentuk di atas roda, perajin meratakan sisi-sisinya untuk menciptakan kanvas yang khas, lalu mengoleskan slip putih sebelum menggoreskan garis geometris dan ombak yang abstrak.
Artefak ini dijarah oleh seorang kolektor Jepang selama masa penjajahan 1910–1945 dan berada di luar negeri selama beberapa dekade.
Guci itu akhirnya dipulangkan pada 2018 setelah seorang kolektor Korea membelinya di lelang internasional.
Para pejabat memuji kondisi pelestariannya yang luar biasa dan menyebut garis-garis avant-garde-nya memberikan wawasan berharga tentang batas-batas eksperimental tembikar Korea awal.
>>> Resensi K-LIT: 'Flashlight' Susan Choi, Saga Keluarga yang Menerangi Horor Sejarah
Empat Karya Seni Buddha Langka
Selain guci keramik, otoritas juga menetapkan empat contoh langka seni Buddha yang selamat dari kehancuran invasi Jepang pada 1592.
Di antaranya adalah empat mural abad ke-18 dari Aula Daeungjeon di Kuil Beomeosa, Busan.
Lukisan-lukisan itu adalah satu-satunya contoh sejarah di Korea yang sepenuhnya mensintesis kosmologi "Tiga Buddha" dalam satu ruang arsitektur.
Mural-mural tersebut tidak tersentuh oleh upaya restorasi modern, sehingga menjadi tolok ukur penting untuk mempelajari kelompok pelukis biksu yang berpengaruh pada akhir era Joseon.
Negara juga mengakui mural Avalokitesvara berjubah putih skala besar di Kuil Naesosa di Buan, sepasang patung Bodhisattva kayu tahun 1605 dari Kuil Wibongsa di Wanju yang dicuri pada 1989 dan berhasil dipulihkan pada 2016, serta lukisan ritual gantung kanvas ganda langka tahun 1741 dari Kuil Heungguksa di Yeosu.
>>> Simposium Soroti Silsilah Tertua Kedua di Korea
Dengan menetapkan karya-karya ini, Korea Heritage Service berencana bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pengelola swasta untuk memastikan mahakarya tersebut diintegrasikan ke dalam program pelestarian dan pameran publik nasional.