Kontes Pidato Bahasa Korea ketiga yang digelar The Korea Times di Korea Cyber University, Seoul, pada Rabu lalu mencatat rekor baru dengan 3.908 pendaftar dari 110 negara.
Jumlah itu melonjak 120 persen dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan semakin populernya bahasa Korea di dunia.
>>> Resensi K-LIT: 'Flashlight' Susan Choi, Saga Keluarga yang Menerangi Horor Sejarah
Asia masih mendominasi dengan 72,3 persen pendaftar, disusul Eropa 12,8 persen, dan Afrika 6,8 persen.
Penyebaran geografis yang luas ini menandakan bahasa Korea telah menjadi alat praktis bagi generasi muda global.
Dari Hobi ke Karier
Menurut data King Sejong Institute Foundation, 53,4 persen siswa pertama kali tertarik pada bahasa Korea melalui konten budaya seperti K-pop dan K-drama.
Namun, kini banyak yang tidak lagi menganggapnya sekadar hobi, melainkan jalur serius untuk studi dan pekerjaan masa depan.
Tahun lalu, pendaftaran di King Sejong Institute di seluruh dunia mencapai rekor 239.020 siswa dengan tingkat kepuasan 93,1 poin.
>>> Simposium Soroti Silsilah Tertua Kedua di Korea
Hampir setengah responden menyatakan belajar bahasa Korea membantu studi akademis lokal mereka, sementara yang lain merasakan manfaatnya untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan Korea.
Kisah Nyata di Balik Angka
Ozioma Esther Nwabuko, penerima Excellence Award dari Kanada yang kini mengajar bahasa Inggris di Korea, mengaku tak pernah membayangkan hidupnya berubah drastis berkat bahasa Korea.
Baginya, bahasa Korea telah menjadi alat pemberdayaan pribadi dan kelangsungan hidup profesional.
Sementara itu, hadiah untuk Nang Eaint Kham Hom dari Myanmar diterima oleh temannya, yang mengatakan kontes ini telah menjadi acara yang sangat dinantikan di kalangan pecinta Korea di Myanmar.
>>> Musik Warisan Korea Berpadu dengan Swing Modern di Incheon
Kontes tahun ini membuktikan bahwa gairah global terhadap bahasa Korea telah matang, melampaui sekadar tren sesaat yang didorong selebritas, dan menjadi bahasa komunikasi global yang berkelanjutan.