Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan Jakarta Film Commission pada Jumat (26/6) di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan lembaga yang akan menjadi layanan satu pintu (one stop service) bagi industri perfilman di Jakarta.
>>> Rano Karno Ungkap Netflix Berencana Syuting 6 Film di Jakarta
"Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Jumat, tanggal 26 Juni 2026 Jakarta Film Commission secara resmi saya nyatakan diluncurkan," ujar Rano.
Ia menjelaskan Jakarta Film Commission bertujuan menciptakan ekosistem one stop service di bidang film.
Fokus Awal dan Program Unggulan
Tahap awal, Jakarta Film Commission akan fokus mempermudah proses syuting melalui program Filming in Jakarta.
Ke depannya, lembaga ini juga dapat berkolaborasi dengan rumah produksi dan sineas dalam pembuatan film.
General Manager Jakarta Film Commission Muhammad Rayhan Islamy mengungkapkan ada lima program utama yang dijalankan.
Program pertama adalah one stop film service melalui Filming in Jakarta untuk mempermudah produksi film.
"Kami mendengar keluhan dan masukan dari para pembuat film bahwa syuting di Jakarta masih banyak kesulitan. Oleh karena itu, kami mencoba membuat program tersebut," ujar Rayhan.
>>> Perkuat Posisi Kota Sinema, Jakarta Beri Insentif Pajak Film 50 Persen
Program kedua adalah dukungan produksi dan insentif bagi rumah produksi yang syuting di Jakarta dan melibatkan Jakarta Film Commission.
Dukungan produksi bisa mencapai 50 persen dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) produksi film, dengan aturan yang disepakati.
Jakarta Film Commission juga akan memanfaatkan aset Pemprov DKI seperti MRT Jakarta, Transjakarta, taman kota, dan media luar ruang untuk promosi film.
Program ketiga adalah pengembangan talenta dan ekosistem industri melalui pelatihan bagi UMKM, kru, dan extras.
Keempat, lembaga ini akan membangun budaya perfilman melalui aktivasi di ruang publik.
Program kelima adalah promosi dan diplomasi budaya, termasuk promosi ke luar negeri.
>>> Jaksa New York Cabut Dakwaan Pemerkosaan terhadap Harvey Weinstein
Jakarta Film Commission berada di bawah Jakarta Experience Board (JXB), BUMD DKI Jakarta.
