Piala Dunia 2026 kembali menyedot perhatian jutaan pasang mata di seluruh dunia. Banyak orang rela begadang atau mengatur ulang jadwal demi menyaksikan tim favoritnya bertanding.
Di balik euforia tersebut, ternyata menjadi penggemar sepak bola menyimpan manfaat besar bagi kesehatan mental. Hal ini diungkap oleh sejumlah penelitian di bidang psikologi olahraga.
>>> Iran Serang Bahrain dan Kuwait Balas Serangan AS, Ancam Hentikan Perundingan
Profesor psikologi Daniel Wann dari Murray State University, Amerika Serikat, menyebut bahwa hubungan emosional dengan sebuah tim dapat menciptakan rasa memiliki yang kuat.
Hal ini sulit ditemukan dalam aktivitas lain.
Manfaat Menjadi Penggemar Sepak Bola
Berikut lima manfaat yang ditemukan dalam berbagai penelitian mengenai psikologi olahraga.
1. Membangun Rasa Komunitas.
Mendukung tim favorit membuka peluang untuk terhubung dengan banyak orang yang memiliki minat sama. Interaksi ini membantu mengurangi rasa kesepian dan memperkuat hubungan sosial.
>>> Gelombang Panas Eropa Pecahkan Rekor Suhu, Puluhan Orang Tewas
Peneliti dari Loughborough University, Aaron CT Smith, mengatakan ikatan antarpenggemar sering melampaui dunia olahraga. Pertemanan yang terbentuk bisa menjadi ruang saling mendukung dalam berbagai situasi.
2. Meningkatkan Rasa Percaya Diri.
Dalam psikologi olahraga dikenal fenomena Basking in Reflected Glory (BIRG). Ini adalah kecenderungan seseorang ikut merasakan keberhasilan saat tim favoritnya menang.
Tak heran banyak penggemar berkata "kita menang" meski tidak berada di lapangan. Identifikasi terhadap tim membuat kemenangan terasa sebagai pencapaian bersama yang meningkatkan harga diri.
3. Mencegah Isolasi Sosial.
>>> Polisi Ungkap Taufik Hidayat Pernah Dipenjara atas Kasus Kekerasan Serupa
Menjadi penggemar olahraga bukan terapi untuk depresi, tetapi dapat mengurangi faktor pemicu masalah kesehatan mental seperti kesepian dan hilangnya rasa memiliki.
