unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Penjelasan Ending Film Obsession: Tragedi Berlapis yang Kelam

Penjelasan Ending Film Obsession: Tragedi Berlapis yang Kelam

Penjelasan Ending Film Obsession: Tragedi Berlapis yang Kelam
Ilustrasi: Penjelasan Ending Film Obsession: Tragedi Berlapis yang Kelam
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Selama kerasukan, jiwa asli Nikki tetap terjaga dan merasakan seluruh penderitaan. Ketika kendali kembali, trauma psikologis membuatnya histeris.

>>> BABYMONSTER Tutup Tiga Malam Konser Sold-Out di Seoul, Awali Tur Dunia Kedua

Situasinya akan jauh lebih buruk setelah malam itu.

alt mid

Secara fisik, tubuh Nikki lah yang bertanggung jawab atas pembunuhan Sarah dan Ian. DNA-nya tertinggal di TKP.

Realitas pahit menanti: ia akan menghabiskan sisa hidup di penjara atau rumah sakit jiwa.

Tidak ada aparat atau juri yang percaya pada pembelaan mistis. Kehancuran hidup Nikki membuat kematian Bear terasa sebagai ganjaran setimpal.

alt mid

Keegoisan Bear yang Menentukan Takdir

Sepanjang film, setiap tindakan Bear digerakkan keegoisan absolut, termasuk keputusan overdosis. Ia tidak melakukannya untuk menyelamatkan Nikki, tapi karena ego pribadi tak sanggup mengatasi obsesi Nikki.

Penonton diperlihatkan momen ketika kesadaran asli Nikki melawan. Dalam satu adegan, Nikki memohon pada Bear untuk membunuhnya.

Bear justru bertanya apa salahnya hidup bersama, dijawab Nikki: "Aku tidak sedang bersamamu."

Peringatan serupa datang dari agen saluran bantuan yang menawarkan kesempatan bicara dengan Nikki asli, disusul jeritan kesakitan dari seberang telepon.

Sayangnya, Bear baru bergerak setelah kematian Sarah mengancam nyawanya.

Bahkan saat mengakui permohonannya terlalu jauh, motivasi Bear tetap berpusat pada kenyamanan dirinya. Ia ingin mengubah permohonan agar Nikki lebih tenang, bukan membatalkannya.

Karakter egois dan pengecut itu mengunci takdir tragisnya sendiri.

>>> HMD Asha 305 Muncul di Sertifikasi, Penerus Modern Nokia Asha Hadir dengan 4G

Obsession tayang 26 Juni di bioskop Indonesia.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru