Google Finance kembali hadir setelah hampir satu dekade vakum. Layanan keuangan ini kini lebih cerdas, visual, dan didukung kecerdasan buatan (AI).
Dirilis untuk Android pada pertengahan 2026, Google Finance menampilkan data pasar real-time.
>>> Max Martin Jual Katalog Musik, Taylor Swift Terdampak
Pengguna bisa menganalisis saham, membangun portofolio digital, dan menerima ringkasan pasar harian melalui percakapan alami dengan AI.
Versi iOS dijadwalkan rilis pada akhir 2026. Langkah ini membuka akses bagi jutaan investor global.
Desain Modern dengan Material You 3 Expressive
Tampilan Google Finance versi baru mengadopsi Material 3 Expressive, ciri khas antarmuka Google generasi terbaru. Warna dinamis menyesuaikan wallpaper, ikon dan tombol lebih besar, serta animasi transisi mulus.
Hierarki visual jelas antara data pasar, berita, dan analisis. Pengalaman pengguna dirancang informatif namun tetap menyenangkan, terutama bagi pemula.
>>> YouTube Shorts Makin Mirip TikTok: Clear Screen, Speed 2x, dan Hati Like
Fitur Utama: Tombol 'Ask' untuk Bertanya pada AI
Di setiap halaman saham atau indeks, terdapat tombol 'Ask' berwarna mencolok. Pengguna bisa bertanya, misalnya 'Mengapa saham Tesla turun 5% hari ini?'
atau 'Bandingkan valuasi Apple dan Microsoft berdasarkan P/E ratio.'
AI merespons dengan ringkasan berbasis data, berita terkini, dan tren pasar.
Namun, Google mengingatkan bahwa jawaban AI bisa salah atau mengandung 'halusinasi'—informasi yang terdengar meyakinkan tapi tidak akurat.
>>> JAFF Market 2026 Kembali Digelar pada 28-30 November di Yogyakarta
Google menegaskan hasil AI tidak boleh dijadikan dasar tunggal untuk keputusan investasi. Pengguna harus selalu verifikasi dengan sumber independen dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan.