Amerika Serikat dan Iran telah sepakat untuk saling menghentikan serangan dan berencana bertemu kembali untuk melanjutkan dialog guna mengakhiri perang di Timur Tengah, demikian disampaikan seorang pejabat AS pada Minggu malam.
Kesepakatan ini muncul setelah beberapa hari terakhir terjadi saling serang antara pasukan AS dan Iran, meskipun ada nota kesepahaman (MOU) yang rapuh pada 17 Juni lalu.
>>> Daftar Tanggal Merah Juli 2026: Tidak Ada Libur Nasional atau Cuti Bersama
MOU tersebut bertujuan mengakhiri konflik yang dimulai sejak akhir Februari dan mengganggu pelayaran di Selat Hormuz yang vital.
Dalam kesepakatan itu, Teheran berkomitmen mengizinkan kapal komersial melintas dengan aman, sementara Washington setuju mencabut blokade pelabuhan Iran.
"Perundingan teknis dijadwalkan berlanjut di semua area MOU," kata seorang pejabat AS kepada AFP melalui surel.
"Kedua pihak akan menghentikan serangan untuk saat ini dan kapal dapat bergerak bebas."
>>> Australia Gandakan Denda untuk Facebook dan Instagram Gagal Lindungi Anak
Pejabat tersebut tidak memberikan rincian hari atau tempat perundingan, namun dua pejabat AS dan sumber ketiga yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Axios bahwa diskusi akan dilanjutkan pada Selasa di Qatar.
CNN melaporkan pernyataan serupa dari pejabat pemerintahan Trump, yang mengatakan kedua pihak akan "menghentikan serangan untuk saat ini" dan setuju bertemu di Doha pada Selasa untuk pembicaraan lebih lanjut.
Presiden AS Donald Trump kembali mengulangi ancaman aksi militer jika serangan Iran berlanjut, dengan mengatakan pada Sabtu bahwa Iran "tidak akan ada lagi" jika AS "dipaksa" melanjutkan perang.
Sejak penandatanganan kesepakatan yang ditengahi Pakistan, AS dan Iran saling menuduh melanggar gencatan senjata.
>>> Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Rusia, Putin Akui Kelangkaan BBM
Ketegangan terbaru terjadi pada Minggu dini hari ketika militer AS mengatakan telah menyerang 10 target militer Iran atas "agresi Iran yang berkelanjutan terhadap pelayaran komersial."