Ukraina terus melancarkan serangan drone berat ke Rusia. Sebuah kilang minyak besar di selatan Rusia terbakar akibat serangan tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya mengakui negaranya menghadapi "defisit tertentu" bahan bakar. Ia berjanji memperkuat perlindungan fasilitas minyak dan meningkatkan produksi.
>>> Syarat Daftar PPG Calon Guru 2026: Berkas Dokumen yang Perlu Disiapkan
Serangan Drone Terbaru
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menulis di Telegram bahwa "sanksi jarak jauh" mereka mencapai dua kilang minyak di Rusia.
"Setiap serangan berarti pengurangan sumber daya yang menggerakkan mesin perang Rusia," tulisnya.
Puing-puing drone Ukraina yang ditembak jatuh memicu kebakaran di kilang Slavyansk-na-Kubani, Krasnodar. Gubernur setempat Veniamin Kondratyev melaporkan satu orang tewas dan satu luka-luka.
Kilang tersebut memproses hampir 4 juta ton minyak mentah per tahun. Fasilitas ini merupakan pemasok utama produk minyak untuk ekspor melalui pelabuhan Laut Hitam.
Zelenskyy juga mengklaim serangan malam hari mengenai kilang lain di wilayah Yaroslavl, sekitar 700 km dari perbatasan Ukraina.
Belum ada laporan resmi dari otoritas Rusia mengenai serangan itu.
Putin Akui Kelangkaan BBM
Putin mengatakan serangan Ukraina bertujuan "menyebabkan perpecahan di masyarakat Rusia" dan memaksa Rusia menghentikan sementara kemajuan pasukannya. "Kami tidak akan memberi mereka kesempatan itu," tegasnya.
Untuk pertama kalinya, Putin mengungkapkan bahwa Ukraina mengusulkan penghentian serangan jarak jauh.
Ia mengklaim Kyiv menawarkan untuk membatasi pertempuran di empat wilayah yang dianeksasi Rusia: Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
>>> Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 Juni 2026: Cek Rincian per Gram di Raja Emas dan Lakuemas
Putin menolak proposal tersebut karena akan memungkinkan Ukraina memindahkan pasukan untuk fokus menghadapi serangan Rusia di empat wilayah tenggara.
